Beranda » Mengapa Prabowo Sebut Jurnalis Hingga LSM ‘Londo Ireng’? Ternyata Berkaitan dengan Kritik MBG
Posted in

Mengapa Prabowo Sebut Jurnalis Hingga LSM ‘Londo Ireng’? Ternyata Berkaitan dengan Kritik MBG

Jakarta Aktual – 29 Juli 2026 | Mengapa Prabowo sebut jurnalis hingga LSM ‘Londo Ireng‘? Ternyata berkaitan dengan kritik MBG, sebuah isu yang memicu perdebatan hangat di kalangan masyarakat. Istilah ‘londo ireng’ sendiri merujuk pada orang Indonesia dahulu yang mengabdi atau bekerja dengan penjajah Belanda, yang memiliki konotasi negatif sebagai ‘musuh dalam selimut’ atau pengabdi kepentingan asing.

Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menyebut profesi jurnalis, pengamat, hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM) sebagai ‘londo ireng’. Ia menyebutkan bahwa istilah ini merujuk pada oknum tertentu yang memanfaatkan profesi tersebut demi kepentingan pihak asing. Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, menjelaskan bahwa pernyataan Presiden tidak ditujukan untuk semua jurnalis maupun LSM, melainkan untuk oknum-oknum yang memanfaatkan profesi tersebut untuk kepentingan pihak asing.

Mengapa Prabowo sebut jurnalis hingga LSM ‘Londo Ireng’? Ternyata berkaitan dengan kritik MBG, yang menurut Hasan Nasbi, bukan berarti semua LSM, wartawan, dan pengamat adalah ‘londo ireng’. Ia menegaskan bahwa pernyataan Presiden itu merujuk pada oknum-oknum yang memanfaatkan profesi tersebut untuk kepentingan pihak asing, bukan untuk menggeneralisasi seluruh profesi yang disebutkan.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, juga membuka suara soal pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut jurnalis, pengamat, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dengan sebutan ‘londo ireng’. Qodari mengajak agar melihat topik keseluruhan rangkaian pidato yang disampaikan Prabowo, yang menurutnya konsisten berfokus pada kesejahteraan masyarakat luas.

📖 Baca juga:
Jadi tersangka kasus dugaan korupsi MBG, Silmy Karim punya koleksi kendaraan mewah di garasinya

Mengapa Prabowo sebut jurnalis hingga LSM ‘Londo Ireng’? Ternyata berkaitan dengan kritik MBG, yang menurut Qodari, pernyataan Presiden itu tidak bermaksud untuk menyamaratakan seluruh jurnalis hingga LSM sebagai ‘londo ireng’. Ia menekankan bahwa pidato Presiden itu selalu berbicara tentang meningkatkan kesejahteraan petani, taraf hidup petani, taraf hidup nelayan, ketahanan pangan, swasembada beras, ketahanan energi, pencapaian B50, dan lain-lain.

Mengapa Prabowo sebut jurnalis hingga LSM ‘Londo Ireng’? Ternyata berkaitan dengan kritik MBG, yang menurut Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, ucapan Presiden itu justru menunjukkan bahwa Prabowo antikritik. Mahfud menegaskan bahwa istilah ‘londo ireng’ pada masa lalu digunakan untuk menyebut orang-orang yang bekerja untuk kolonial Belanda dan membantu upaya penjajah dalam menghancurkan perjuangan bangsa Indonesia.

Kesimpulan dari pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut jurnalis, pengamat, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) sebagai ‘londo ireng’ adalah bahwa pernyataan itu tidak ditujukan untuk semua jurnalis maupun LSM, melainkan untuk oknum-oknum yang memanfaatkan profesi tersebut untuk kepentingan pihak asing. Mengapa Prabowo sebut jurnalis hingga LSM ‘Londo Ireng’? Ternyata berkaitan dengan kritik MBG, yang menurut para tokoh, perlu dipahami dalam konteks yang lebih luas dan tidak boleh diartikan secara sempit.

📖 Baca juga:
Sempat Bertikai dengan Donald Trump, PM Italia: Saya Bukan Anti-Amerika, Saya Tidak Berlutut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *