Jakarta Aktual – 02 Agustus 2026 | Koster sentil pengeroyokan pria Sidatapa di Hari Tumpek Krulut, pesannya menyentuh hati masyarakat Bali. Dalam perayaan Rahina Tumpek Krulut, Gubernur Bali Wayan Koster mengajak masyarakat untuk memahami makna Tumpek Krulut dan melestarikan warisan budaya leluhur Bali. Ia menyampaikan bahwa generasi muda harus mengetahui makna Tumpek Krulut beserta seluruh nilai-nilai kearifan lokal Bali.
Perayaan Tumpek Krulut yang dikenal sebagai Rahina Tresna Asih atau Hari Kasih Sayang menurut dresta Bali juga menjadi momentum memperkuat nilai-nilai kasih sayang, kepedulian, serta penghormatan antarsesama. Koster sentil pengeroyokan pria Sidatapa di Hari Tumpek Krulut, pesannya menyentuh hati masyarakat Bali untuk lebih peduli dengan warisan budaya leluhur.
Di hadapan ribuan peserta, Gubernur Koster mengajak anak-anak muda memahami makna Rahina Tumpek Krulut sekaligus mengenal berbagai warisan budaya leluhur Bali. Ia menegaskan bahwa eksistensi Bali sebagai pulau yang dikenal dunia tidak terlepas dari kekuatan budaya yang diwariskan para leluhur.
Koster sentil pengeroyokan pria Sidatapa di Hari Tumpek Krulut, pesannya menyentuh hati masyarakat Bali untuk lebih menghargai warisan budaya leluhur. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Koster juga menyerahkan tali kasih kepada siswa-siswi SMA, SMK, dan SLB sebagai bentuk perhatian sekaligus motivasi bagi generasi muda Bali.
Koster sentil pengeroyokan pria Sidatapa di Hari Tumpek Krulut, pesannya menyentuh hati masyarakat Bali untuk lebih peduli dengan kebudayaan dan warisan leluhur. Ia berharap generasi muda dapat memahami dan menghayati warisan leluhur Bali yang diwariskan kepada mereka semua.
Perayaan Tumpek Krulut ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Bali untuk memperkuat nilai-nilai kasih sayang, kepedulian, serta penghormatan antarsesama. Koster sentil pengeroyokan pria Sidatapa di Hari Tumpek Krulut, pesannya menyentuh hati masyarakat Bali untuk lebih menghargai warisan budaya leluhur dan melestarikannya untuk generasi mendatang.