Beranda » Kesaksian Penjual Cireng Ungkap Detik-Detik Cekcok Pedagang Hingga Ledakan di Dadaha
Posted in

Kesaksian Penjual Cireng Ungkap Detik-Detik Cekcok Pedagang Hingga Ledakan di Dadaha

Kesaksian Penjual Cireng Ungkap Detik-Detik Cekcok Pedagang Hingga Ledakan di Dadaha
Kesaksian Penjual Cireng Ungkap Detik-Detik Cekcok Pedagang Hingga Ledakan di Dadaha

Jakarta Aktual – 12 Juli 2026 | Kesaksian penjual cireng ungkap detik-detik cekcok pedagang hingga ledakan di Dadaha menjadi sorotan utama dalam insiden yang terjadi di kawasan olahraga Dadaha, Kelurahan Nagarawangi, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya. Insiden ini bermula dari ketegangan antar pedagang kaki lima (PKL) yang berujung pada ledakan bom rakitan.

Menurut kesaksian saksi, ketegangan bermula saat seorang pedagang tahu gejrot berinisial E, yang diduga di bawah pengaruh minuman keras, memarahi kakak dari pedagang jagung berinisial S tanpa alasan jelas. Seorang saksi berinisial SF (48) sempat mencoba melerai dengan membawa E menjauh dari jalan utama guna menghindari keributan yang lebih luas.

Namun, situasi kembali memanas ketika AAS (28), penjual es teh jumbo sekaligus saudara S, datang dan memaki E. AAS diketahui merupakan mantan narapidana terorisme (eks napiter). Saat SF berupaya menenangkan AAS agar tidak terjadi kontak fisik, sebuah ledakan keras tiba-tiba muncul dari arah belakang posisi saksi berdiri.

Kesaksian penjual cireng ungkap detik-detik cekcok pedagang hingga ledakan di Dadaha juga mengungkapkan bahwa ledakan tersebut memicu kepanikan di lokasi, meski kondisi saat itu relatif sepi pengunjung karena sudah larut malam. Sejauh ini, otoritas terkait belum melaporkan adanya korban jiwa maupun luka-luka akibat peristiwa tersebut.

📖 Baca juga:
Polisi: Pilot Pesawat AMA di Yahukimo Tewas Akibat Luka Tembak, Kasus Dinyatakan Sebagai Pembunuhan

Kesaksian penjual cireng ungkap detik-detik cekcok pedagang hingga ledakan di Dadaha menjadi penting dalam penyelidikan polisi. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa material logam dan zat kimia berbahaya, di antaranya pupuk KCL, belerang, bubuk aluminium, baterai, instalasi kabel, hingga perangkat kendali jarak jauh (remote).

Polisi juga mengonfirmasi bahwa tiga orang telah diamankan dalam kaitannya dengan insiden ini. Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Andi Purwanto, menjelaskan bahwa pihaknya langsung menggandeng Brimob untuk melakukan tindakan pertama di tempat kejadian perkara (TP TKP) mengingat adanya unsur ledakan dalam peristiwa ini.

Kesaksian penjual cireng ungkap detik-detik cekcok pedagang hingga ledakan di Dadaha menunjukkan bahwa insiden ini berawal dari perselisihan antar pedagang. Kesaksian ini juga menekankan pentingnya penanganan yang tepat dalam menyelesaikan konflik antar pedagang untuk mencegah eskalasi kekerasan.

Kesimpulan dari kesaksian penjual cireng ungkap detik-detik cekcok pedagang hingga ledakan di Dadaha adalah bahwa konflik antar pedagang dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya penyelesaian konflik yang damai dan menghindari tindakan kekerasan.

📖 Baca juga:
Nasib Tersangka Baru Little Aresha Daycare: 12 Ditahan, 1 Tak Ditahan Karena Hamil, 1 Lagi Mangkir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *