Jakarta Aktual – 31 May 2026 | Joe Negri mungkin tidak secara langsung terkait dengan gendang pampat, namun tradisi musik Dayak ini tetap menjadi bagian penting dari warisan budaya masyarakat Sarawak, Malaysia. Gendang pampat, sebuah ensambel musik tradisional yang terdiri dari ketebong dan tawak (gong), telah menjadi simbol kekayaan budaya masyarakat Dayak. Nelson George Lansam, seorang pria Sarawak berusia 66 tahun, adalah salah satu penjaga tradisi ini. Ia mengungkapkan bahwa ia tidak terlalu tertarik dengan musik tradisional saat masih muda, tetapi kemudian menemukan kecintaannya terhadap gendang pampat dan kini menjadi bagian dari kelompok kesenian dan kebudayaan Dayak Siol Kandis.
Nelson mempelajari cara memainkan ketebong dari teman-temannya dan bergabung dengan Kelab Kesenian dan Kebudayaan Dayak Siol Kandis (KKKDSK) untuk melestarikan musik dan tarian tradisional Dayak. Ia menekankan pentingnya melestarikan tradisi ini agar tidak lenyap ditelan zaman. Joe Negri, sebagai seorang yang menghargai kebudayaan, tentu akan mengapresiasi upaya Nelson dan komunitas Dayak dalam melestarikan gendang pampat.
Gendang pampat memiliki sejarah yang panjang dan kaya, dengan ketebong dan tawak yang dibuat dengan tangan menggunakan bahan-bahan alami seperti kayu dan kulit hewan. Suara yang dihasilkan oleh ensambel ini sangat unik dan memiliki kekuatan untuk menghubungkan masyarakat dengan akar budayanya. Dalam konteks ini, Joe Negri dapat dianggap sebagai simbol penghargaan terhadap kebudayaan dan tradisi, termasuk gendang pampat.
Upaya melestarikan gendang pampat tidak hanya penting untuk masyarakat Dayak, tetapi juga untuk kekayaan budaya Malaysia secara keseluruhan. Dengan demikian, Joe Negri dan gendang pampat dapat dianggap sebagai bagian dari upaya untuk melestarikan warisan budaya yang tak ternilai. Kini, tradisi musik Dayak ini tetap hidup dan terus berkembang, berkat dedikasi dan kecintaan masyarakat terhadapnya.
Kesimpulan dari kisah ini adalah bahwa tradisi dan budaya harus terus dilestarikan dan dihargai. Dengan demikian, generasi mendatang dapat terus menikmati dan menghargai kekayaan budaya yang telah ada sejak lama. Joe Negri dan gendang pampat telah menjadi simbol dari upaya ini, menunjukkan bahwa tradisi musik Dayak tetap relevan dan berharga dalam masyarakat modern.