Jakarta Aktual – 18 Juli 2026 | Indonesia kini miliki 22 jet latih T-50 buatan Korea Selatan, menandai kemajuan signifikan dalam modernisasi Angkatan Udara. Pengiriman enam jet latih T-50i terbaru oleh Korea Aerospace Industries (KAI) menambah kekuatan TNI Angkatan Udara dalam melaksanakan tugasnya.
Jet latih T-50i Golden Eagle merupakan varian ekspor dari pesawat latih supersonik buatan Korea Selatan, yang pertama kali dipesan oleh Indonesia pada tahun 2011. Sejak itu, total 22 pesawat telah dikirimkan ke Indonesia, menjadikannya salah satu negara dengan armada T-50 terbesar di luar Korea Selatan.
Indonesia kini miliki 22 jet latih T-50 buatan Korea Selatan, yang tidak hanya meningkatkan kemampuan latih bagi para penerbang, tetapi juga membuka peluang untuk kerja sama lebih lanjut dalam sektor pertahanan. Indonesia dan Korea Selatan telah memperluas kerja sama di sektor pertahanan, termasuk proyek pengembangan jet tempur KF-21.
Selain itu, TNI Angkatan Udara juga mengerahkan lima pesawat tempur T-50i Golden Eagle dan 95 personel untuk mengikuti latihan udara multinasional Pitch Black 2026 di Darwin, Australia. Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan memperluas pengalaman para penerbang, serta memperdalam pemahaman tentang operasi udara modern.
Dengan Indonesia kini miliki 22 jet latih T-50 buatan Korea Selatan, diharapkan dapat meningkatkan kesiapan operasi TNI Angkatan Udara dan mendukung transformasi menuju kekuatan udara yang lebih ampuh. Hal ini sejalan dengan upaya Indonesia untuk meningkatkan kemampuan pertahanannya, termasuk melalui kerja sama dengan negara-negara lain.
Indonesia kini miliki 22 jet latih T-50 buatan Korea Selatan, yang merupakan bukti nyata dari komitmen pemerintah untuk memodernisasi Angkatan Udara. Dengan demikian, Indonesia dapat meningkatkan kemampuan pertahanannya dan memainkan peran yang lebih aktif dalam menjaga stabilitas kawasan.