Jakarta Aktual – 11 Juni 2026 | Hujan bulan Juni memang tidak biasa, namun tahun ini Indonesia mengalami cuaca ekstrem yang menyebabkan hujan lebat dan angin kencang di beberapa wilayah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa beberapa wilayah di Indonesia berpotensi dilanda hujan dan angin kencang pada Jumat, 12 Juni 2026.
BMKG juga memprediksi bahwa sirkulasi siklonik akan terbentuk di Kalimantan Tengah, yang dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi. Selain itu, BMKG juga memprediksi bahwa peluang intensitas El Nino berada pada kategori sedang (moderat) sebesar 98 persen, dan peluang intensitas El Nino untuk berkembang ke arah kategori kuat sudah sebesar 62 persen.
Hujan yang turun secara ekstrem dapat menyebabkan banjir dan longsor, seperti yang terjadi di Sumatera Utara, yang menyebabkan kematian sekitar 58 Orangutan Tapanuli. Peristiwa ini mengingatkan kita tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan mengurangi dampak perubahan iklim.
Puisi “Hujan Bulan Juni” karya Sapardi Djoko Damono juga mengingatkan kita tentang hujan yang turun pada bulan Juni. Puisi ini menggambarkan hujan sebagai sesuatu yang indah dan menyegarkan, namun juga dapat menyebabkan kesedihan dan kehilangan.
Dalam menghadapi cuaca ekstrem dan dampaknya terhadap kehidupan, kita harus selalu waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan. Kita juga harus menjaga kelestarian lingkungan dan mengurangi dampak perubahan iklim, agar hujan bulan Juni tidak menjadi bencana yang merusak kehidupan kita.