Jakarta Aktual – 01 Agustus 2026 | Hamas capai kesepakatan dengan Israel soal senjata & penarikan pasukan dari Gaza, sebuah langkah yang diharapkan dapat membawa perdamaian di wilayah yang telah lama dilanda konflik. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa tim perdamaiannya telah mencapai kesepakatan dengan Hamas untuk melucuti senjata dan membentuk pemerintahan teknokrat baru di Jalur Gaza.
Trump menyebut kesepakatan ini sebagai langkah bersejarah menuju perdamaian permanen. Ia mengatakan bahwa seluruh kelompok bersenjata di Gaza akan dilucuti secara bertahap sebagai bagian dari proses mengakhiri konflik. Axios melaporkan bahwa kerangka perjanjian tersebut lahir setelah negosiasi berbulan-bulan yang dimediasi Qatar, Mesir, dan Turki.
Hamas menyetujui peta jalan untuk menyimpan senjata dan menegaskan bahwa Israel harus mematuhi perjanjian dengan menghentikan agresinya. Kesepakatan mencakup rekonstruksi Gaza, pemerintahan transisi, serta pengaturan keamanan melalui Komite Nasional. Negosiasi lanjutan ini melibatkan AS, Mesir, Qatar, dan Turki setelah pembicaraan di Sharm el-Sheikh tahun lalu.
Sebagai bagian dari kesepakatan, Hamas capai kesepakatan dengan Israel soal senjata & penarikan pasukan dari Gaza, yang berarti bahwa Hamas tidak lagi memegang kendali pemerintahan maupun keamanan di Gaza. Sebagai gantinya, wilayah yang selama bertahun-tahun menjadi basis kelompok tersebut akan dipimpin pemerintahan sipil baru dengan dukungan mekanisme pengawasan internasional.
Hamas capai kesepakatan dengan Israel soal senjata & penarikan pasukan dari Gaza ini merupakan langkah penting menuju pemerintahan Palestina di Gaza. Trump mengatakan bahwa kesepakatan ini merupakan langkah krusial agar Gaza akhirnya dapat dipimpin oleh pemerintahan Palestina baru yang akan bekerja sama erat dengan Board of Peace untuk membantu rakyat Palestina.
Israel belum menyampaikan pernyataan resmi terkait penghentian perang dengan Hamas, meskipun Hamas telah mengumumkan kesepakatan untuk mengakhiri perang. Seorang sumber politik di Israel mengakui bahwa pihaknya tidak puas dengan isi kesepakatan, karena kesepakatan tersebut tidak memuat tuntutan Israel mengenai demiliterisasi penuh di Jalur Gaza.
Kesimpulan dari Hamas capai kesepakatan dengan Israel soal senjata & penarikan pasukan dari Gaza ini adalah bahwa kesepakatan ini merupakan langkah bersejarah menuju perdamaian permanen di wilayah yang telah lama dilanda konflik. Namun, masih banyak tantangan yang harus diatasi sebelum kesepakatan ini dapat terlaksana sepenuhnya.