Jakarta Aktual – 01 Agustus 2026 | Duduki gerbang kantor PLN hingga subuh, GPG akan kembali gelar aksi lanjutan sore ini, massa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) menyegel sementara Kantor PLN UP3 Palangka Raya di Jalan Ahmad Yani, sebagai bentuk kekecewaan atas belum tuntasnya persoalan listrik yang dinilai telah merugikan masyarakat.
Aksi berlangsung lebih keras dibanding sehari sebelumnya. Massa memasang spanduk bertuliskan “Kantor Ini Disegel Masyarakat” di pintu gerbang kantor PLN, lalu menebarkan puluhan bangkai ayam di halaman hingga badan jalan. Bangkai ayam tersebut menjadi simbol kerugian yang dialami para peternak akibat pemadaman listrik yang berulang dalam beberapa pekan terakhir.
Duduki gerbang kantor PLN hingga subuh, GPG akan kembali gelar aksi lanjutan sore ini, aksi ini merupakan lanjutan demonstrasi sehari sebelumnya. Massa kembali mendatangi kantor PLN karena General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah belum juga hadir untuk memberikan penjelasan secara langsung kepada masyarakat.
Sejumlah peternak ayam yang tergabung dalam Perhimpunan Insan Perunggasan (Pinsar) Kalimantan Tengah ikut menyuarakan keluhan mereka. Mereka membawa bangkai ayam yang mati akibat padamnya listrik, terutama karena sistem kandang tidak dapat beroperasi secara normal. Dalam aksi tersebut, massa juga menuntut pelayanan listrik yang andal, transparan, dan berkeadilan.
Duduki gerbang kantor PLN hingga subuh, GPG akan kembali gelar aksi lanjutan sore ini, perwakilan Aliansi GPG Fiteli menilai ketidakhadiran pimpinan tertinggi PLN UID Kalselteng mencerminkan kurangnya penghargaan terhadap aspirasi masyarakat Kalimantan Tengah. Fiteli menegaskan masyarakat datang bukan untuk diwakili pejabat lain, melainkan ingin mendengar penjelasan langsung dari pihak yang memiliki kewenangan mengambil keputusan.
Salah satu peternak ayam yang menyampaikan unjuk rasa, Satrio, menyampaikan bahwa pihaknya merugi karena ayam ternak yang mati saat pemadaman menuntut. Ia, mewakili peternak, menuntut Manajemen PLN memberikan penjelasan. Dengan demikian, duduki gerbang kantor PLN hingga subuh, GPG akan kembali gelar aksi lanjutan sore ini, menjadi aksi lanjutan untuk menuntut solusi atas persoalan listrik yang belum terselesaikan.
Kesimpulan dari aksi ini adalah bahwa masyarakat Kalimantan Tengah sangat merasa dirugikan dengan pemadaman listrik yang berulang dan menuntut penjelasan serta solusi yang konkret dari pihak PLN. Dengan duduki gerbang kantor PLN hingga subuh, GPG akan kembali gelar aksi lanjutan sore ini, diharapkan persoalan ini dapat segera diselesaikan dan masyarakat dapat menikmati pelayanan listrik yang lebih baik.