Jakarta Aktual – 02 Agustus 2026 | Dua kapal tanker kena proyektil di dekat Selat Hormuz [titlebase] telah menjadi sorotan internasional setelah insiden tersebut terjadi pada Jumat, 31 Juli 2026. Menurut laporan, kedua kapal tanker minyak tersebut sedang berlayar di bawah pengawalan militer Amerika Serikat (AS) saat melintasi Selat Hormuz. Serangan itu disebut dilakukan karena kedua kapal dianggap melanggar aturan pelayaran yang ditetapkan Teheran, sekaligus memperburuk ketegangan di salah satu jalur distribusi minyak paling penting di dunia.
Ketegangan antara Iran dan AS semakin meningkat setelah insiden tersebut. Dua kapal tanker kena proyektil di dekat Selat Hormuz [titlebase] merupakan bukti bahwa konflik antara kedua negara tersebut semakin serius. Iran mengancam akan menyerang kapal yang menggunakan jalur selatan di dekat pantai Oman, sementara Amerika Serikat juga mengancam kapal yang dianggap melanggar blokade terhadap Iran.
Insiden terbaru ini kembali menempatkan Selat Hormuz sebagai pusat ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. Kedua negara sama-sama mengklaim memiliki aturan pelayaran yang harus dipatuhi kapal-kapal komersial yang melintas di kawasan tersebut. Dua kapal tanker kena proyektil di dekat Selat Hormuz [titlebase] merupakan salah satu contoh dari ketegangan tersebut.
Selat Hormuz masih ditutup Iran sejak 11 Juli setelah sebelumnya dibuka pascadraf kesepakatan damai dengan AS. Serangan terhadap dua kapal di dekat Selat Hormuz tadi terjadi usai Iran menyerang Kuwait menggunakan sejumlah drone. Serangan itu terjadi pada Sabtu pagi dan menyasar fasilitas vital yang ada di negaranya.
Dua kapal tanker kena proyektil di dekat Selat Hormuz [titlebase] telah menjadi sorotan internasional dan menambah ketegangan antara Iran dan AS. Insiden tersebut juga mempengaruhi harga minyak dunia yang terus merangkak naik. Pada Kamis, harga minyak mentah bahkan telah melampaui USD 90 per barel setelah Amerika Serikat menyerang Iran sebagai balasan atas serangan Teheran terhadap pangkalan militer AS di Yordania.
Kesimpulan dari insiden dua kapal tanker kena proyektil di dekat Selat Hormuz [titlebase] adalah bahwa ketegangan antara Iran dan AS semakin meningkat. Insiden tersebut juga mempengaruhi harga minyak dunia dan menambah ketegangan di salah satu jalur distribusi minyak paling penting di dunia.