Beranda » DPR Skakmat Kritik Publik dan Jamin Kinerja Nanik Deyang yang Kini Jadi Kepala BGN: Sudah Terbukti!
Posted in

DPR Skakmat Kritik Publik dan Jamin Kinerja Nanik Deyang yang Kini Jadi Kepala BGN: Sudah Terbukti!

Jakarta Aktual – 04 Juni 2026 | DPR Skakmat Kritik Publik dan Jamin Kinerja Nanik Deyang yang Kini Jadi Kepala BGN: Sudah Terbukti!

Kamis, 04 Juni 2026, 10:22 WIB

Pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) dinilai menjadi momentum penting untuk membenahi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan diterpa berbagai persoalan.

Setelah mantan Kepala BGN Dadan Hindayana terseret kasus dugaan korupsi, DPR kini menyoroti sejumlah pekerjaan rumah besar yang harus segera dituntaskan oleh pimpinan baru.

📖 Baca juga:
Jaksa Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi, Dadan Hindayana dan Kawan-Kawan Dibekuk

Wakil Ketua Komisi IX DPR dari Fraksi Golkar, Yahya Zaini, menyambut baik penunjukan Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN yang baru.

Menurutnya, Nanik merupakan sosok yang memahami kondisi lapangan karena selama menjabat wakil kepala BGN aktif memantau pelaksanaan program MBG di berbagai daerah.

"Saya memandang pergantian Kepala BGN oleh Nanik S Deyang sebagai figur yang sangat tepat untuk menakhodai BGN," kata Yahya Zaini kepada wartawan, Kamis (4/6/2026).

Yahya menilai pengalaman Nanik turun langsung ke lapangan menjadi modal penting untuk memperbaiki berbagai persoalan yang muncul selama program MBG berjalan.

Pengalaman tersebut membuat Nanik memahami tantangan yang dihadapi mulai dari tingkat pusat hingga daerah.

"Pengalamannya yang intensif dalam melakukan pengawasan langsung ke berbagai daerah membuatnya sangat memahami seluk-beluk, dinamika, serta hambatan riil yang dihadapi program MBG di tingkat tapak selama ini," ujarnya.

Meski demikian, Yahya menegaskan jabatan baru yang diemban Nanik tidaklah ringan.

Setidaknya terdapat tiga persoalan utama yang menurut DPR harus segera dibenahi agar program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut dapat berjalan lebih efektif dan bebas dari masalah.

Persoalan pertama adalah tata kelola anggaran dan operasional program MBG.

Yahya menilai aspek transparansi dan akuntabilitas menjadi fondasi utama yang harus diperkuat mengingat program tersebut menyerap anggaran negara dalam jumlah sangat besar.

Menurutnya, sistem distribusi dan pengelolaan anggaran harus dibenahi agar tidak menimbulkan celah penyimpangan yang berpotensi merugikan negara maupun masyarakat penerima manfaat.

"Yang pertama, perbaikan tata kelola anggaran dan operasional merupakan substansi mendasar yang perlu diperbaiki adalah transparansi dan akuntabilitas tata kelola keuangan serta manajemen distribusi," jelas Yahya.

Selain itu, DPR juga meminta BGN memastikan akurasi data penerima manfaat dan memperkuat rantai pasok dari pusat hingga daerah.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kebocoran anggaran yang selama ini menjadi perhatian publik.

Anggota DPR RI Irma Suryani juga meminta Kepala BGN baru, Nanik Sudaryati, melibatkan masyarakat lokal sebagai mitra penyedia dapur SPPG.

Irma mendesak pergantian oknum koordinator dan staf BGN yang lalai serta tidak menjalankan standar operasional program gizi dengan benar.

📖 Baca juga:
Kepala BGN Blak-Blakan Mau Jalankan MBG di Arab Saudi, Ini Alasannya

Presiden Prabowo mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN terhitung sejak 2 Juni 2026 demi memperbaiki kinerja program gizi nasional.

Suara.com – Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago meminta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang yang baru saja ditunjuk Presiden Prabowo Subianto menggantikan Dadan Hindayana bisa memberi kesempatan rakyat untuk menjadi mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Kembalikan pada niat awal, beri kesempatan rakyat yang mau join (bergabung) dan punya dapur yang memenuhi syarat untuk menjadi mitra SPPG," katanya saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Irma juga meminta setiap koordinator wilayah (Korwil), kepala regional (Kareg), dan koordinator kecamatan (Korcam) yang nakal dan tidak menjalankan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai standar operasional prosedur untuk diganti.

"Begitu juga tiga karyawan BGN (kepala SPPG, pengawas gizi, dan pengawas keuangan) yang dipekerjakan di SPPG dan tidak bekerja dengan baik agar diberhentikan, karena jika mereka kerja baik tentu keracunan-keracunan tidak akan terjadi," ujar dia sebagaimana dilansir Antara.

Irma meyakini Nanik S. Deyang mampu memperbaiki semua kinerja BGN yang tidak baik ke depannya demi kualitas program prioritas peningkatan kualitas gizi bangsa tersebut.

Ia mengemukakan kerja keras mantan Kepala BGN Dadan Hindayana untuk mencapai target pembangunan SPPG selama menjabat sejak tahun 2025 hingga 2 Juni 2026 patut dihargai.

"Saya kira apa yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto sudah tepat, Pak Dadan dan tim sudah bekerja hampir dua tahun dan SPPG yang terbangun sudah lebih dari 50 persen, kurang lebihnya saya kira patut kita hargai. Tidak mudah tentu membangun SPPG sebanyak itu dengan segala permasalahannya," ucap Irma.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN terhitung sejak 2 Juni 2026.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi yang juga Juru Bicara Presiden RI dalam jumpa pers di Kantor Presiden RI, Kompleks Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa malam, mengumumkan pencopotan tersebut.

"Pada hari ini, Selasa tanggal 2 Juni 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional," kata Prasetyo.

Kesimpulan: DPR Skakmat Kritik Publik dan Jamin Kinerja Nanik Deyang yang Kini Jadi Kepala BGN: Sudah Terbukti!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *