Beranda » Di Tengah Kontroversi Kartu Merah AS, FIFA Era Infantino Raup Pendapatan Besar: Sebuah Analisis
Posted in

Di Tengah Kontroversi Kartu Merah AS, FIFA Era Infantino Raup Pendapatan Besar: Sebuah Analisis

Jakarta Aktual – 10 Juli 2026 | Di tengah kontroversi kartu merah AS, FIFA era Infantino raup pendapatan besar dari Piala Dunia 2026. Kontroversi tersebut bermula ketika Presiden FIFA, Gianni Infantino, membatalkan hukuman kartu merah penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, setelah Presiden AS, Donald Trump, menghubunginya. Keputusan ini memicu kritik dari berbagai pihak, termasuk anggota Parlemen Eropa, yang menilai bahwa FIFA telah menyerah pada tuntutan pemerintahan Trump.

Di tengah kontroversi kartu merah AS, FIFA era Infantino raup pendapatan besar dari penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Menurut laporan, FIFA menargetkan pendapatan sebesar 13 miliar dollar AS atau sekitar Rp 235,25 triliun sepanjang siklus 2023-2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 9 miliar dollar AS atau Rp 162,87 triliun diperkirakan masuk pada 2026, hampir seluruhnya berasal dari penyelenggaraan Piala Dunia.

Kontroversi kartu merah AS bukanlah satu-satunya isu yang mewarnai Piala Dunia 2026. Kualitas kepemimpinan wasit juga menuai kritik, dengan beberapa pelatih dan pemain menuding FIFA telah mengatur turnamen agar Argentina dan Lionel Messi bertahan lebih lama demi kepentingan pemasaran. Di tengah kontroversi kartu merah AS, FIFA era Infantino raup pendapatan besar dari penyelenggaraan Piala Dunia 2026, namun integritas organisasi tersebut semakin dipertanyakan.

Anggota Parlemen Eropa mendesak Komite Etik FIFA untuk menyelidiki Gianni Infantino atas pelanggaran etika organisasi. Mereka menilai bahwa keputusan FIFA mengakali aturan skorsing kartu merah sebagai aib dan penyimpangan keadilan. Di tengah kontroversi kartu merah AS, FIFA era Infantino raup pendapatan besar, namun kepercayaan publik terhadap organisasi tersebut semakin menurun.

📖 Baca juga:
Kode keras, mobil mewah dari Cina Hongqi masuk Indonesia tahun ini

Di tengah kontroversi kartu merah AS, FIFA era Infantino raup pendapatan besar dari penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Namun, integritas organisasi tersebut semakin dipertanyakan. Presiden FIFA, Gianni Infantino, berulang kali menegaskan bahwa setiap dolar yang diperoleh FIFA akan dikembalikan untuk pengembangan sepak bola, namun keputusan kontroversial tersebut memicu kritik dari berbagai pihak.

Kesimpulan dari kontroversi kartu merah AS dan pendapatan besar FIFA era Infantino adalah bahwa integritas organisasi tersebut semakin dipertanyakan. Di tengah kontroversi kartu merah AS, FIFA era Infantino raup pendapatan besar dari penyelenggaraan Piala Dunia 2026, namun kepercayaan publik terhadap organisasi tersebut semakin menurun. Oleh karena itu, perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di dalam FIFA dan bagaimana mereka mengelola keuangan mereka.

📖 Baca juga:
SPMB Lampung: Seleksi Penerimaan Murid Baru SMA Unggul dan Komunitas Gowes Malam Uka-Uka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *