Beranda » Congo’s Ebola Cases Rise, Masyarakat Menghadapi Krisis yang Lebih Besar
Posted in

Congo’s Ebola Cases Rise, Masyarakat Menghadapi Krisis yang Lebih Besar

Jakarta Aktual – 03 Juni 2026 | Congo‘s Ebola cases rise, dengan 321 kasus dan 48 kematian yang sudah terkonfirmasi di tiga provinsi timur. Masyarakat di daerah tersebut menghadapi krisis yang lebih besar lagi, dengan virus Bundibugyo yang menyebar dengan cepat. Meskipun WHO telah menurunkan jumlah kasus yang terduga dari 906 menjadi 116, dokter-dokter yang berada di garis depan mengatakan bahwa masih banyak tantangan yang harus diatasi. Mereka juga mengatakan bahwa outbreak ini mungkin telah berlanjut sejak Januari.

Arlette Basekawike, seorang sukarelawan untuk badan makanan PBB, telah berusaha membantu dengan menyajikan makanan untuk pasien dan pekerja kesehatan. Ia memasak porridge, omelet, dan roti untuk sarapan, serta ikan segar dengan fufu untuk makan siang dan malam. Ia juga menyajikan buah-buahan sebagai hidangan penutup.

“Meskipun pasien memiliki penyakit ini, mereka masih merasa lebih baik ketika mereka makan, dan dokter-dokter memiliki energi untuk merawat pasien dan memberikan mereka obat,” kata Basekawike kepada Associated Press. “Saya di sini untuk mereka seperti seorang ibu, memasak makanan sehingga mereka merasa nyaman.”

Sukuarelawan ini telah menjadi salah satu dukungan kritis untuk wilayah yang sedang menghadapi krisis. Sebelum outbursts ini, daerah tersebut sudah menghadapi krisis pangan yang parah karena konflik yang sedang berlangsung. WHO juga mengatakan bahwa virus ini tidak akan menghentikan pergerakan orang, dan bahwa respons kita tidak boleh berhenti di batas-batas.

📖 Baca juga:
Kasus Pelecehan Anak Dibatalkan: Mengungkap Kegagalan Sistem dan Upaya Pencegahan

Oleh karena itu, WHO menyarankan pemerintah untuk meningkatkan koordinasi antar batas, dan tidak menutup batas-batas. Mereka juga mengatakan bahwa krisis pangan di wilayah tersebut akan menjadi tantangan yang lebih besar lagi.

“Kita berada di daerah yang sudah memiliki segmentasi besar dari masyarakat yang menderita kelaparan akut yang terkait dengan perang atau pengungsi,” kata Olivier Nkakudulu, yang memimpin Program Makanan Dunia di provinsi Ituri. “Jadi ada kebutuhan yang sudah ada, dan Ebola adalah krisis tambahan di atas krisis.

WHO juga mengatakan bahwa jumlah kasus yang terduga telah berkurang signifikan, dari 906 menjadi 116. Namun, dokter-dokter yang berada di garis depan mengatakan bahwa masih banyak tantangan yang harus diatasi. Mereka juga mengatakan bahwa outbreak ini mungkin telah berlanjut sejak Januari.

📖 Baca juga:
Pentingnya Peran Personal Injury Attorneys dalam Kasus Kecelakaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *