Beranda » Berkali-kali hujani Rusia dengan drone dan misil, Putin: Tidak kritis, semua stabil
Posted in

Berkali-kali hujani Rusia dengan drone dan misil, Putin: Tidak kritis, semua stabil

Jakarta Aktual – 30 Juni 2026 | Rusia dan Ukraina akhirnya sepakat gencatan senjata setelah tiga hari pertemuan di Arab Saudi. Pertemuan ini dihadiri oleh tim dari Amerika Serikat, delegasi Rusia, dan Ukraina untuk membahas langkah-langkah menuju perdamaian. Perjanjian gencatan senjata ini mencakup penghentian penggunaan kekuatan dan penggunaan militer terhadap kapal-kapal komersial di Laut Hitam.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memuji pembicaraan itu sebagai “langkah awal yang tepat” menuju penyelesaian damai perang yang telah berlangsung selama 3 tahun. Namun, kesepakatan damai yang komprehensif masih tampak jauh. Berkali-kali hujani Rusia dengan drone dan misil, Putin: Tidak kritis, semua stabil, tetapi situasi di lapangan masih sangat tidak stabil.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui bahwa serangan ke infrastruktur energi menyebabkan gangguan terhadap distribusi bahan bakar, meskipun ia mengeklaim kondisi tersebut masih dapat dikendalikan. Berkali-kali hujani Rusia dengan drone dan misil, Putin: Tidak kritis, semua stabil, tetapi pemerintah Ukraina menegaskan bahwa serangan terhadap fasilitas energi Rusia merupakan bentuk pembalasan atas agresi Moskow yang terus menargetkan warga sipil dan infrastruktur energi Ukraina sejak awal perang.

Menurut Putin, tugas utama saat ini adalah meningkatkan kapasitas pertahanan anti-pesawat Rusia, serta memastikan pasokan bahan bakar, terutama untuk wilayah Crimea. Berkali-kali hujani Rusia dengan drone dan misil, Putin: Tidak kritis, semua stabil, tetapi otoritas Crimea telah mengumumkan “situasi darurat” akibat kelangkaan bahan bakar dan pemadaman listrik yang dipicu oleh rentetan serangan Ukraina terhadap rantai logistik dan fasilitas minyak di wilayah tersebut.

📖 Baca juga:
Dudung Tegaskan Pemerintah Terbuka Terhadap Kritik: Membangun Demokrasi dengan Bijak

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyindir operasi militer Rusia dengan mengatakan bahwa selama lebih dari empat tahun terakhir, Kremlin telah berulang kali menetapkan target waktu untuk menguasai wilayah Donbas di Ukraina timur. Berkali-kali hujani Rusia dengan drone dan misil, Putin: Tidak kritis, semua stabil, tetapi hingga kini Rusia selalu gagal memenuhi target-target tersebut.

Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) mengklaim berhasil membongkar jaringan intelijen Ukraina yang berada di balik rencana serangan terhadap seorang perwira tinggi Rusia di Krimea. Berkali-kali hujani Rusia dengan drone dan misil, Putin: Tidak kritis, semua stabil, tetapi dalam kesimpulan, perang antara Rusia dan Ukraina masih jauh dari penyelesaian damai.

📖 Baca juga:
Zulhas Resmi Lantik Pengurus DPW PAN DKI Jakarta, Uya Kuya Jadi Ketua Baru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *