Beranda » Bendungan Karian Surut Imbas Kemarau, Jejak 2 Kampung Tenggelam Muncul Kembali | Sapa Malam
Posted in

Bendungan Karian Surut Imbas Kemarau, Jejak 2 Kampung Tenggelam Muncul Kembali | Sapa Malam

Bendungan Karian Surut Imbas Kemarau, Jejak 2 Kampung Tenggelam Muncul Kembali | Sapa Malam
Bendungan Karian Surut Imbas Kemarau, Jejak 2 Kampung Tenggelam Muncul Kembali | Sapa Malam

Jakarta Aktual – 30 Juli 2026 | Bendungan Karian surut imbas kemarau, jejak 2 kampung tenggelam muncul kembali | Sapa Malam menjadi fenomena yang menarik perhatian masyarakat. Musim kemarau yang melanda wilayah Banten menyebabkan air di Bendungan Karian surut, sehingga jejak dua kampung yang tenggelam karena proyek pembangunan bendungan muncul kembali. Kampung Somang dan Kampung Pasir Kalapa, yang terletak di Desa Sukarame dan Desa Sukaraja, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten, merupakan dua desa yang sebagian wilayahnya ditenggelamkan untuk proyek pembangunan Bendungan Karian pada 2015-2019.

Menurut warga setempat, kampung tersebut dapat terlihat karena musim kemarau menyusutkan air yang sebelumnya menenggelamkan kampung ini. Sisa-sisa bangunan, ruas jalan kampung, hingga hamparan sawah dan ladang yang dahulu menjadi sumber penghidupan warga, kini muncul kembali ke permukaan. Bagi masyarakat yang pernah tinggal di kawasan tersebut, pemandangan ini bukan sekadar fenomena musim kemarau, landskap yang kembali terlihat membangkitkan kenangan tentang kampung halaman yang harus mereka tinggalkan demi pembangunan Bendungan Karian.

Bendungan Karian surut imbas kemarau, jejak 2 kampung tenggelam muncul kembali | Sapa Malam juga mempengaruhi kehidupan warga sekitar. Warga harus menempuh jarak sekitar 6 kilometer menuju Bendungan Karian untuk mengambil air bersih karena sumber air di kampung mereka telah mengering akibat musim kemarau. Mereka patungan menyewa mobil pikap untuk menghemat biaya. Kondisi ini menunjukkan bahwa Bendungan Karian surut imbas kemarau, jejak 2 kampung tenggelam muncul kembali | Sapa Malam memiliki dampak yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat sekitar.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan ketersediaan air di Bendungan Karian masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama musim kemarau. Selain sebagai sumber air baku, bendungan ini juga tetap berfungsi mendukung suplai irigasi ke Daerah Irigasi (DI) Ciujung. Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya air harus mampu menjamin ketersediaan air sepanjang tahun, terutama saat musim kemarau yang rawan kekeringan.

📖 Baca juga:
Parah, 300 Mobil Dinas Pemprov Papua Senilai Rp 34,4 Miliar Lenyap Tanpa Jejak

Bendungan Karian surut imbas kemarau, jejak 2 kampung tenggelam muncul kembali | Sapa Malam juga merupakan fenomena yang menarik perhatian bagi para pecinta film. Kampung Somang yang tenggelam kembali muncul di Bendungan Karian, Kabupaten Lebak, pernah menjadi lokasi syuting film horor ‘Jembatan Shiratal Mustaqim’. Salah satu warga sekitar, Maman, menyebutkan syuting dilakukan antara akhir 2024 atau awal 2025. Saat itu, air bendungan sebenarnya telah menenggelamkan sebagian rumah di Kampung Somang.

Dalam fenomena Bendungan Karian surut imbas kemarau, jejak 2 kampung tenggelam muncul kembali | Sapa Malam, terdapat beberapa pelajaran yang dapat dipetik. Pertama, pentingnya pengelolaan sumber daya air yang efektif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kedua, dampak musim kemarau terhadap kehidupan masyarakat sekitar. Ketiga, pentingnya melestarikan lingkungan dan menghargai sejarah kampung halaman. Dengan demikian, Bendungan Karian surut imbas kemarau, jejak 2 kampung tenggelam muncul kembali | Sapa Malam menjadi sebuah fenomena yang patut dipelajari dan dihargai.

📖 Baca juga:
Olah TKP Dugaan Ketua DPRD Bone Lempar Kue Ke Wajah Staf & Disaksikan Pejabat, CCTV Ternyata Rusak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *