Beranda » AS Ingin Gulingkan Rezim Iran, Pakar Bongkar Alasan Teheran Tak Mudah Ditaklukkan
Posted in

AS Ingin Gulingkan Rezim Iran, Pakar Bongkar Alasan Teheran Tak Mudah Ditaklukkan

Jakarta Aktual – 04 Agustus 2026 | AS ingin gulingkan rezim Iran, pakar bongkar alasan Teheran tak mudah ditaklukkan merupakan topik hangat dalam dinamika global saat ini. Amerika Serikat dan Israel dinilai sulit menekan Iran karena sistem politik, karakter masyarakat, dan posisi geopolitiknya berbeda dengan Irak, Libya, maupun Suriah. Iran tetap mampu melakukan perlawanan meski menghadapi tekanan ekonomi dan militer, ditopang kultur Persia serta dukungan strategis dari Rusia dan China.

Pakar Hubungan Internasional BINUS University, Tia Mariatul Kibtiah, menyebut Iran memiliki karakter politik dan masyarakat yang berbeda dari Irak. Perbedaan tersebut membuat strategi yang pernah digunakan AS untuk menghadapi negara-negara tersebut tidak bisa begitu saja diterapkan di Iran. Tia menilai sistem politik Iran memiliki fondasi yang lebih kuat dengan posisi Supreme Leader dan konsep Wilayat al-Faqih yang masih mendapat dukungan signifikan dari masyarakat.

AS ingin gulingkan rezim Iran, pakar bongkar alasan Teheran tak mudah ditaklukkan karena keberadaan oposisi di Iran memang ada, tetapi belum cukup kuat untuk menjadi kekuatan yang mampu menggoyahkan pemerintahan Teheran. Kondisi itu berbeda dengan Irak pada era Saddam Hussein yang menghadapi persoalan politik dan ketegangan antara kelompok penguasa dengan mayoritas masyarakatnya.

AS ingin gulingkan rezim Iran, pakar bongkar alasan Teheran tak mudah ditaklukkan juga dipengaruhi oleh posisi geografis Iran yang strategis dan berdekatan dengan sejumlah negara Teluk yang memiliki hubungan erat dengan AS. Serangan terhadap Iran berisiko memicu serangan balasan ke pangkalan militer AS maupun kepentingan Amerika di kawasan Timur Tengah.

📖 Baca juga:
Eropa dan Inggris Desak Israel Hentikan Penahanan Warga Palestina Tanpa Dakwaan, Lebih dari 9.000 Orang Masih Dipenjara

Di sisi lain, konflik AS dan Iran telah bergeser menjadi siapa yang paling kuat bertahan. Menurut pakar geopolitik dan keamanan nasional, Wibawanto Nugroho Widodo, pihak yang mampu bertahan paling lama akan memenangkan pertempuran. Daya tahan itu secara ekonomi, keberlanjutan logistik, jalur energi, dan mempertahankan koalisi internasional.

AS ingin gulingkan rezim Iran, pakar bongkar alasan Teheran tak mudah ditaklukkan karena Iran memiliki kemampuan untuk melakukan retaliation terhadap serangan yang dilancarkan AS dan Israel. Oleh karena itu, AS dan Israel perlu mempertimbangkan strategi yang lebih efektif untuk menghadapi Iran, bukan hanya mengandalkan tekanan militer dan ekonomi.

Kesimpulan dari konflik AS dan Iran adalah bahwa pihak yang mampu bertahan paling lama akan memenangkan pertempuran. AS ingin gulingkan rezim Iran, pakar bongkar alasan Teheran tak mudah ditaklukkan karena Iran memiliki keunggulan dalam sistem politik, masyarakat, dan geopolitik yang membuatnya sulit untuk ditaklukkan.

📖 Baca juga:
Israel Sebut Iran Pindahkan Ribuan Sentrifugal Nuklir ke Gunung Pickaxe, Ancaman Perang Nuklir Meningkat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *