Jakarta Aktual – 02 Agustus 2026 | Dihajar Iran bertubi-tubi, AS kehilangan kekuatan udara di Kuwait-Yordania, 6 jet F-35 hancur, menjadi titik balik dalam konflik yang semakin memanas antara Amerika Serikat dan Iran. Serangan habis-habisan AS sasaran Iran telah dimulai, dengan puluhan target di Iran yang telah dihantam. Rentetan serangan terbaru ini digencarkan AS setelah rudal balistik Iran ke Yordania berhasil dicegat.
Presiden AS Donald Trump bersumpah membalas serangan Iran itu habis-habisan. "Kita akan menyerang mereka dengan keras. Mereka akan dihajar habis-habisan," kata Trump. Serangan rudal hanya memberi pasukan Amerika beberapa menit untuk bereaksi sebelum mereka berhasil mencegat proyektil yang datang. Trump juga mengatakan serangan udara yang dilakukan oleh pasukan AS dan Saudi terhadap kelompok paramiliter yang didukung Iran di Irak dilakukan dalam koordinasi dengan pemerintah Irak.
Serangan gabungan AS-Arab Saudi terjadi setelah otoritas Saudi mengatakan pasukannya telah mencegat drone yang menargetkan fasilitas minyak di Saudi timur. Otoritas Saudi menyalahkan kelompok-kelompok yang didukung Iran di Irak atas serangan drone tersebut. Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan AS terhadap pemerintah Irak untuk melucuti senjata kelompok-kelompok bersenjata pro-Iran.
Dihajar Iran bertubi-tubi, AS kehilangan kekuatan udara di Kuwait-Yordania, 6 jet F-35 hancur, menunjukkan bahwa konflik ini semakin serius dan berpotensi melibatkan lebih banyak pihak. Dihajar Iran bertubi-tubi, AS kehilangan kekuatan udara di Kuwait-Yordania, 6 jet F-35 hancur, menjadi bukti bahwa kedua negara ini tidak akan mundur dalam konflik ini.
Dalam beberapa hari terakhir, Dihajar Iran bertubi-tubi, AS kehilangan kekuatan udara di Kuwait-Yordania, 6 jet F-35 hancur, telah menjadi topik utama dalam berita internasional. Dihajar Iran bertubi-tubi, AS kehilangan kekuatan udara di Kuwait-Yordania, 6 jet F-35 hancur, menimbulkan kekhawatiran tentang stabilitas di kawasan Timur Tengah.
Kesimpulan dari konflik ini masih belum terlihat, namun yang jelas adalah bahwa Dihajar Iran bertubi-tubi, AS kehilangan kekuatan udara di Kuwait-Yordania, 6 jet F-35 hancur, telah membawa dampak besar pada keamanan regional dan global.