Jakarta Aktual – 02 Agustus 2026 | Investasi Rp1 triliun, kawasan peternakan Ciangir mulai dibangun akhir 2026, menjadi salah satu upaya untuk memperkuat ketahanan pangan di Jakarta. Kawasan peternakan terpadu ini diharapkan dapat menopang pasokan daging sapi dan mendukung pengembangan sektor pangan di Jakarta.
Pembangunan kawasan ini merupakan tindak lanjut dari persetujuan penggunaan Barang Milik Daerah (BMD) dari Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) Provinsi DKI Jakarta. Kawasan seluas 20 hektare ini akan dikelola oleh Perumda Dharma Jaya sebagai pusat penggemukan sapi modern yang mendukung ketersediaan pasokan daging sapi bagi masyarakat Jakarta.
Kawasan Ciangir akan dikembangkan sebagai peternakan sapi terpadu yang dilengkapi kandang penggemukan, kandang karantina, rumah potong hewan (RPH), serta lahan hijauan pakan ternak. Pengelolaannya akan menerapkan sistem modern untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Investasi Rp1 triliun, kawasan peternakan Ciangir mulai dibangun akhir 2026, ini juga akan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja, kemitraan penyediaan hijauan pakan ternak, serta pemberdayaan pelaku usaha lokal.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa lahan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Ciangir akan dikembangkan sebagai kawasan ketahanan pangan yang mencakup peternakan, perikanan, dan pertanian. Investasi Rp1 triliun, kawasan peternakan Ciangir mulai dibangun akhir 2026, ini juga diharapkan dapat membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
Di sisi lain, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menegaskan bahwa pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak berarti menghabiskan seluruh anggaran negara atau menghentikan program pemerintah lainnya. Investasi Rp1 triliun, kawasan peternakan Ciangir mulai dibangun akhir 2026, ini merupakan contoh bahwa berbagai program pembangunan tetap berjalan secara bersamaan di berbagai sektor.
Kesimpulan dari investasi Rp1 triliun, kawasan peternakan Ciangir mulai dibangun akhir 2026, ini adalah upaya untuk memperkuat ketahanan pangan di Jakarta dan mendukung pengembangan sektor pangan. Dengan demikian, diharapkan kawasan Ciangir dapat menjadi salah satu contoh pengembangan kawasan peternakan terpadu yang sukses dan berkelanjutan.