Beranda » Trump Perluas Pencabutan Kewarganegaraan, Terbesar dalam Sejarah Amerika: Apa Akibatnya?
Posted in

Trump Perluas Pencabutan Kewarganegaraan, Terbesar dalam Sejarah Amerika: Apa Akibatnya?

Trump Perluas Pencabutan Kewarganegaraan, Terbesar dalam Sejarah Amerika: Apa Akibatnya?
Trump Perluas Pencabutan Kewarganegaraan, Terbesar dalam Sejarah Amerika: Apa Akibatnya?

Jakarta Aktual – 27 Juli 2026 | Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mempercepat upaya mencabut kewarganegaraan warga negara hasil naturalisasi melalui program denaturalisasi terbesar dalam beberapa dekade terakhir.

Berdasarkan informasi dari Departemen Kehakiman (DOJ) Amerika Serikat, sedikitnya 250 gugatan pencabutan kewarganegaraan telah diajukan ke pengadilan federal hingga Oktober 2026, meningkat tajam dibandingkan pemerintahan sebelumnya.

Sejak awal 2025, DOJ telah mengajukan hampir 90 perkara denaturalisasi, yang jika laju tersebut terus berlanjut, pemerintahan Trump akan mencatat jumlah kasus pencabutan kewarganegaraan tertinggi dalam sejarah modern Amerika Serikat.

Pemerintah Trump menegaskan sasaran kebijakan tersebut adalah para pelaku kejahatan dan penipu yang dinilai tidak berhak memperoleh kewarganegaraan sejak awal.

📖 Baca juga:
Detik-detik Ustaz Abdul Somad diadang warga, kehadiran untuk ceramah di Kutai Barat sempat ditolak

Menteri Keamanan Dalam Negeri Markwayne Mullin mengatakan setiap orang yang melakukan penipuan dalam proses naturalisasi telah kehilangan hak mempertahankan status kewarganegaraan Amerika.

Namun, kebijakan tersebut memicu perdebatan di kalangan pakar hukum dan mantan pejabat penegak hukum, yang menilai langkah pemerintah berpotensi mengubah denaturalisasi menjadi instrumen penegakan hukum imigrasi yang jauh lebih luas.

Cassandra Robertson, seorang profesor hukum di Case Western Reserve University, menyebut lonjakan perkara tersebut sebagai peningkatan yang belum pernah terlihat selama beberapa dekade.

Mantan pengacara DOJ Stacey Young juga menilai program tersebut kemungkinan tidak akan memberikan dampak besar terhadap target deportasi pemerintahan Trump karena proses denaturalisasi sangat panjang, mahal, dan membutuhkan pembuktian hukum yang kompleks.

Tak hanya itu, cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia didominasi oleh kondisi berawan hingga berawan tebal pada Senin (27/7/2026), seperti yang diprakirakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Potensi hujan ringan di beberapa kota seperti Medan, Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, Samarinda, Denpasar, Mataram, Kendari, Mamuju, Palu, Ambon, dan Jayawijaya juga terjadi pada hari yang sama.

📖 Baca juga:
Kandasnya Rencana Briptu Excel Menikah Tahun Depan, Tertembak Brigpol Randy Saat Amankan Keributan

Hal ini menunjukkan bahwa cuaca di Indonesia sangat tidak stabil dan dapat berubah secara mendadak.

Demikianlah informasi terkini mengenai kebijakan Trump dalam mencabut kewarganegaraan warga negara hasil naturalisasi dan cuaca di Indonesia pada hari Senin (27/7/2026).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *