Beranda » Pilpres AS 2 Tahun Lagi, JD Vance Melesat, Harris Masih Memimpin Demokrat
Posted in

Pilpres AS 2 Tahun Lagi, JD Vance Melesat, Harris Masih Memimpin Demokrat

Pilpres AS 2 Tahun Lagi, JD Vance Melesat, Harris Masih Memimpin Demokrat
Pilpres AS 2 Tahun Lagi, JD Vance Melesat, Harris Masih Memimpin Demokrat

Jakarta Aktual – 19 Juli 2026 | Pilpres AS 2 tahun lagi, JD Vance melesat, Harris masih memimpin Demokrat [titlebase], menjadi topik hangat dalam beberapa bulan terakhir. Meskipun Pemilihan Presiden Amerika Serikat (Pilpres AS) 2028 masih lebih dari dua tahun lagi, peta persaingan menuju Gedung Putih mulai mengerucut. Survei terbaru Harvard CAPS/Harris Poll menunjukkan Wakil Presiden JD Vance semakin kokoh memimpin bursa calon presiden dari Partai Republik, sementara mantan Wakil Presiden Kamala Harris masih menjadi pilihan utama pemilih Partai Demokrat meski dukungannya mulai mengalami penurunan.

Survei yang dilakukan pada 11-12 Juli itu menunjukkan antusiasme publik terhadap Pilpres 2028 sudah cukup tinggi. Sebanyak 68 persen responden mengaku telah memikirkan siapa yang akan mereka dukung pada pemilu mendatang, meskipun hingga kini belum ada satu pun tokoh yang secara resmi mendeklarasikan pencalonannya. Di kubu Partai Republik, JD Vance tampil sebagai kandidat yang paling dominan. Sebanyak 42 persen responden memilih Vance sebagai calon presiden yang paling mereka inginkan.

Pilpres AS 2 tahun lagi, JD Vance melesat, Harris masih memimpin Demokrat [titlebase], menunjukkan bahwa Vance memiliki keunggulan yang signifikan atas lawan-lawannya. Angka itu membuatnya unggul telak 20 poin atas Menteri Luar Negeri Marco Rubio yang hanya memperoleh 20 persen dukungan. Putra Presiden Donald Trump, Donald Trump Jr., berada di posisi ketiga dengan dukungan 18 persen. Sementara Menteri Kesehatan Robert F. Kennedy Jr. dan mantan Gubernur South Carolina Nikki Haley masing-masing memperoleh enam persen.

Pilpres AS 2 tahun lagi, JD Vance melesat, Harris masih memimpin Demokrat [titlebase], juga menunjukkan bahwa Harris masih menjadi kandidat yang kuat di Partai Demokrat. Namun, dukungannya mulai mengalami penurunan. Hasil tersebut memperkuat tren yang telah muncul dalam berbagai survei nasional selama beberapa bulan terakhir. Sejak dipilih menjadi pasangan Donald Trump pada Pemilu 2024, Vance dipandang sebagai figur yang paling mungkin melanjutkan agenda politik Make America Great Again (MAGA).

📖 Baca juga:
Menlu AS Temui Presiden Lebanon, Puji Pelucutan Senjata Hizbullah [titlebase]

JD Vance juga telah membuat pernyataan yang menarik perhatian, terutama terkait dengan konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Ia menuduh sejumlah pihak di pemerintahan Israel berupaya memanipulasi opini publik warga AS untuk mendukung perang terus berlanjut. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Pilpres AS 2 tahun lagi, JD Vance melesat, Harris masih memimpin Demokrat [titlebase], tidak hanya tentang pemilu, tetapi juga tentang isu-isu global yang mempengaruhi keamanan dan kepentingan Amerika Serikat.

Kesimpulan dari Pilpres AS 2 tahun lagi, JD Vance melesat, Harris masih memimpin Demokrat [titlebase], menunjukkan bahwa persaingan menuju Gedung Putih sudah mulai memanas. Dengan JD Vance yang semakin kuat di Partai Republik dan Kamala Harris yang masih menjadi kandidat kuat di Partai Demokrat, pemilu 2028 diprediksi akan menjadi sangat kompetitif. Isu-isu global, termasuk konflik dengan Iran dan hubungan dengan Israel, akan menjadi faktor penting dalam pemilu tersebut.

📖 Baca juga:
Hollywood vs. Politik: Mengapa Winger Selalu Marah?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *