Beranda » Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi Membuat Konsumsi Biosolar dan Pertalite Melonjak, Masyarakat Terdampak
Posted in

Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi Membuat Konsumsi Biosolar dan Pertalite Melonjak, Masyarakat Terdampak

Jakarta Aktual – 17 Juli 2026 | Kenaikan harga BBM non-subsidi membuat konsumsi biosolar dan pertalite melonjak, hal ini menyebabkan masyarakat beralih ke BBM bersubsidi, terutama Pertalite dan Biosolar. Direktur Pemasaran Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, mengatakan pergeseran konsumsi itu menyebabkan lonjakan permintaan BBM subsidi di hampir seluruh wilayah Indonesia, sekaligus menjadi tantangan baru bagi perusahaan dalam menjaga pasokan di SPBU.

Konsumsi Pertalite pada Juli 2026 meningkat sekitar 9,4% dibandingkan kondisi normal. Secara komposisi, pangsa konsumsi Pertalite terhadap total konsumsi bensin juga naik dari sekitar 75% pada periode Januari-Mei menjadi 80%. Sebaliknya, penjualan BBM non-subsidi jenis Pertamax Series turun hingga 18% dibandingkan periode sebelumnya.

Pergeseran serupa juga terjadi pada kelompok BBM diesel. Menurut Eko, konsumsi Biosolar meningkat sekitar 13,9% hanya pada Juli 2026. Di sisi lain, konsumsi Dex Series turun sekitar 6,4%. Ia menyebut lonjakan permintaan tersebut tidak hanya berasal dari kendaraan pribadi, tetapi juga dipicu oleh sebagian pelaku industri yang mulai beralih menggunakan Biosolar di SPBU.

Kenaikan harga BBM non-subsidi membuat konsumsi biosolar dan pertalite melonjak, dan ini menjadi fenomena yang cukup menarik. Kenaikan harga BBM non-subsidi membuat konsumsi biosolar dan pertalite melonjak, sehingga masyarakat harus beradaptasi dengan keadaan ini. Kenaikan harga BBM non-subsidi membuat konsumsi biosolar dan pertalite melonjak, dan perusahaan harus meningkatkan pasokan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

📖 Baca juga:
Harga BBM Subsidi Tak Naik, Pemerintah Pastikan Ketersediaan BBM Aman

Sementara itu, Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, memastikan bahwa parlemen akan mengawal janji Kementerian ESDM yang tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun. Hal ini disampaikannya usai rapat dengar pendapat dengan PT Pertamina Patra Niaga (PPN) dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) membahas kelangkaan BBM di sejumlah wilayah.

Presiden RI Prabowo Subianto juga mengatakan bahwa Indonesia menghentikan impor solar mulai Juli tahun ini. Ia menjelaskan bahwa Indonesia sudah bisa menghasilkan solar B50 atau solar dari kepala sawit, sehingga tidak perlu lagi mengimpor dari luar negeri.

Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Taufik Aditiyawarman, mengakui bahwa penyebab kelangkaan BBM bersubsidi yang memicu antrean panjang di sejumlah daerah dalam beberapa hari terakhir imbas karena kenaikan harga BBM non-subsidi. Perusahaan menyebut lonjakan konsumsi Pertalite dan Biosolar akibat pergeseran penggunaan BBM non subsidi menjadi faktor utama yang membuat distribusi sempat terganggu.

Kesimpulan dari fenomena ini adalah bahwa kenaikan harga BBM non-subsidi membuat konsumsi biosolar dan pertalite melonjak, sehingga masyarakat harus beradaptasi dengan keadaan ini dan perusahaan harus meningkatkan pasokan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kenaikan harga BBM non-subsidi membuat konsumsi biosolar dan pertalite melonjak, dan ini menjadi tantangan baru bagi perusahaan dalam menjaga pasokan di SPBU.

📖 Baca juga:
Kenapa Minyak Langka Juli 2026? Penyebab Antrean Panjang di SPBU, Apakah Stok Pertalite dan Pertamax Habis?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *