Jakarta Aktual – 16 Juli 2026 | Terlalu berat, sejumlah petugas sensus ekonomi di Semarang mengundurkan diri karena berbagai alasan, salah satunya adalah karena belum mendapat kejelasan tentang kapan upah akan diberikan. Salah satu petugas sensus ekonomi di Kecamatan Semarang Selatan, yang berinisial C, mengaku belum mendapat kejelasan kapan upah akan diberikan. "Kalau keterlambatan upah sih masih mending, ya, Mas. Maksudnya jelas, ya. Ini nggak jelas kok. Maksudnya enggak jelas itu tanggalnya kapan mau akan dicairkan itu nggak jelas," katanya.
Terlalu berat, sejumlah petugas sensus ekonomi di Semarang mengundurkan diri juga karena adanya perbedaan persyaratan pencairan upah di awal dan kemarin. C menyebut seharusnya dirinya mendapat honor dalam dua termin. Adapun termin pertama, menurutnya, cair setelah sebulan bekerja. Dia mulai melakukan sensus sejak 15 Juni 2026.
Terlalu berat, sejumlah petugas sensus ekonomi di Semarang mengundurkan diri juga karena adanya kendala di lapangan, seperti akses ke perumahan elite dan industri. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengatakan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Semarang mengalami sejumlah kendala di lapangan, seperti petugas yang mengundurkan diri dan kekhawatiran warga soal kerahasiaan data.
Terlalu berat, sejumlah petugas sensus ekonomi di Semarang mengundurkan diri juga karena adanya perbedaan persyaratan pencairan upah di awal dan kemarin. Kepala BPS Kota Semarang, Rudi Cahyono, mengatakan bahwa mundurnya puluhan petugas Sensus Ekonomi itu tidak serentak, melainkan secara berkala. "Sebenarnya dari 30 orang mundur itu itu juga tidak serentak. Tidak langsung bedol desa gitu tidak, tapi memang tergantung kondisi si petugas," katanya.
Terlalu berat, sejumlah petugas sensus ekonomi di Semarang mengundurkan diri juga karena adanya kendala di lapangan, seperti akses ke perumahan elite dan industri. Rudi menyebut bahwa dari 30 orang yang mundur, 16 petugas resign lantaran mendapat pekerjaan lain. Sementara sisanya memiliki alasan yang variatif.
Kesimpulan, terlalu berat, sejumlah petugas sensus ekonomi di Semarang mengundurkan diri karena berbagai alasan, seperti belum mendapat kejelasan tentang kapan upah akan diberikan, perbedaan persyaratan pencairan upah di awal dan kemarin, serta kendala di lapangan. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Semarang.