Jakarta Aktual – 16 Juli 2026 | Siswa MAN 3 Padang ledakkan bom di sekolah gegara di-bully, psikolog tegaskan: Dia bukan anak jahat. Sebuah insiden yang sangat mengkhawatirkan telah terjadi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat. Seorang siswa berinisial R (17) meledakkan bom rakitan di sekolahnya, yang merupakan hasil dari tindakan bullying yang telah dialaminya selama beberapa waktu. Menurut psikolog, tindakan ini tidak dapat dibenarkan, tetapi juga menunjukkan bahwa R bukanlah anak jahat, melainkan korban dari sistem sosial yang tidak berjalan dengan baik.
Siswa MAN 3 Padang ledakkan bom di sekolah gegara di-bully, psikolog tegaskan: Dia bukan anak jahat. Psikolog UNISA, Ratna Yunita, menyatakan bahwa perilaku agresi ekstrem seperti ini tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan merupakan hasil interaksi berbagai faktor psikologis, sosial, dan lingkungan. Faktor-faktor ini dapat memicu kemarahan, trauma, serta meningkatkan risiko perilaku agresif ekstrem. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami akar persoalan yang menyebabkan seseorang melakukan tindakan seperti ini.
Siswa MAN 3 Padang ledakkan bom di sekolah gegara di-bully, psikolog tegaskan: Dia bukan anak jahat. Dalam kasus ini, R diketahui telah menjadi korban bullying sejak duduk di kelas XI. Ia kemudian mempelajari cara merakit bom secara otodidak melalui internet dan melakukan tindakan tersebut di sekolah. Polisi masih mendalami penyebab ledakan bom rakitan yang terjadi di MAN 3 Padang dan memprioritaskan pemulihan psikologis bagi R serta trauma healing untuk siswa terdampak.
Siswa MAN 3 Padang ledakkan bom di sekolah gegara di-bully, psikolog tegaskan: Dia bukan anak jahat. Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyoroti dugaan perundungan yang menjadi latar belakang kasus peledakan bom rakitan oleh seorang siswa di MAN 3 Padang. Menurutnya, kasus tersebut perlu dilihat secara menyeluruh dengan mencari akar persoalan yang membuat seorang anak nekat melakukan tindakan berbahaya. Puan juga meminta pemulihan kondisi mental korban menjadi salah satu perhatian utama.
Untuk mencegah kasus-kasus seperti ini di masa depan, sangat penting untuk memperhatikan lingkungan pendidikan dan memastikan bahwa anak-anak merasa aman dan didukung. Siswa MAN 3 Padang ledakkan bom di sekolah gegara di-bully, psikolog tegaskan: Dia bukan anak jahat. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mencegah bullying dan mempromosikan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental di kalangan anak-anak dan remaja.