Beranda » Nasaruddin Umar Panjatkan Doa untuk Rachmat Gobel, Pesan Spiritual Menyentuh Saat Takziah di Rumah Duka
Posted in

Nasaruddin Umar Panjatkan Doa untuk Rachmat Gobel, Pesan Spiritual Menyentuh Saat Takziah di Rumah Duka

Jakarta Aktual – 11 Juli 2026 | Nasaruddin Umar panjatkan doa untuk Rachmat Gobel, pesan spiritual menyentuh saat takziah di rumah duka menjadi momen yang sangat berkesan. Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, baru-baru ini menghadiri takziah di rumah duka Rachmat Gobel, tokoh nasional yang meninggal dunia pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul 03.20 WIB di Rumah Sakit Brawijaya Tebet, Jakarta Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Menag memanjatkan doa sekaligus menyampaikan tausiyah kepada keluarga almarhum.

Rachmat Gobel, mantan Menteri Perdagangan periode 2014-2015, meninggal pada usia 63 tahun. Jenazahnya kemudian dimakamkan melalui upacara kenegaraan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Menag Nasaruddin Umar panjatkan doa untuk Rachmat Gobel, pesan spiritual menyentuh saat takziah di rumah duka, menjadi bukti kepedulian dan rasa hormat terhadap almarhum.

Menag menyampaikan bahwa kepergian orang tercinta bukan berarti hubungan batin dengan keluarga telah berakhir. Kasih sayang dan bakti kepada orang yang telah meninggal dapat terus diwujudkan melalui doa. "Jangan sampai keluarga yang wafat tidak pernah didoakan oleh kita," pesan Menag. Menag juga mengenang Rachmat Gobel sebagai sosok yang memiliki kepedulian besar terhadap kepentingan umat serta kegiatan sosial dan keagamaan.

Nasaruddin Umar panjatkan doa untuk Rachmat Gobel, pesan spiritual menyentuh saat takziah di rumah duka, menunjukkan bahwa Menag sangat menghargai jasa dan dedikasi almarhum. Menag menilai almarhum telah mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk membantu masyarakat. Pertemuan terakhir antara Menag dan Rachmat Gobel berlangsung di kantor Kementerian Agama, sekitar satu pekan sebelum almarhum meninggal dunia. Dalam pertemuan tersebut, Rachmat Gobel masih menyampaikan perhatian terhadap pengembangan lembaga pendidikan Islam di kampung halamannya, Gorontalo.

📖 Baca juga:
Cek Fakta: 60 Ribu Mahasiswa Batal Kuliah, Ini Kata Mendiktisaintek

Nasaruddin Umar panjatkan doa untuk Rachmat Gobel, pesan spiritual menyentuh saat takziah di rumah duka, menjadi bukti nyata kepedulian Menag terhadap keluarga almarhum. Menag mengatakan, kematian tidak serta-merta menghentikan seluruh amal seseorang. Doa yang dipanjatkan keluarga, terutama setelah salat fardu, diharapkan menjadi penerang sekaligus mengangkat derajat almarhum di sisi Allah SWT. Dengan demikian, Nasaruddin Umar panjatkan doa untuk Rachmat Gobel, pesan spiritual menyentuh saat takziah di rumah duka, menjadi momen yang sangat bermakna dan berkesan.

Kehadiran Menag di rumah duka dan Nasaruddin Umar panjatkan doa untuk Rachmat Gobel, pesan spiritual menyentuh saat takziah di rumah duka, menunjukkan bahwa pemerintah sangat menghargai jasa dan dedikasi almarhum. Ini juga menjadi bukti kepedulian pemerintah terhadap keluarga almarhum dan masyarakat luas. Dengan demikian, Nasaruddin Umar panjatkan doa untuk Rachmat Gobel, pesan spiritual menyentuh saat takziah di rumah duka, menjadi contoh nyata kepedulian dan kepedulian terhadap sesama.

📖 Baca juga:
Kabar Terbaru soal Keterlibatan Kantin Sekolah pada Program MBG: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Ungkap Rencana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *