Jakarta Aktual – 05 Juli 2026 | Gaikindo minta insentif otomotif tak lagi fokus pada mobil listrik [titlebase] karena dianggap tidak efektif dalam meningkatkan penjualan kendaraan di Indonesia. Menurut Gaikindo, insentif yang diberikan kepada mobil listrik tidak sepenuhnya berhasil dalam meningkatkan penjualan karena masih banyak konsumen yang lebih memilih kendaraan bermesin daripada kendaraan listrik.
Hal ini disebabkan karena harga kendaraan listrik yang masih relatif mahal dibandingkan dengan kendaraan bermesin, serta infrastruktur pengisian daya yang belum memadai di Indonesia. Oleh karena itu, Gaikindo meminta pemerintah untuk mengubah fokus insentif dari mobil listrik ke kendaraan lain yang lebih ramah lingkungan, seperti kendaraan hibrida atau kendaraan yang menggunakan bahan bakar alternatif.
Gaikindo minta insentif otomotif tak lagi fokus pada mobil listrik [titlebase] juga karena dianggap tidak adil bagi produsen kendaraan yang tidak memiliki produk mobil listrik. Menurut Gaikindo, insentif yang diberikan kepada mobil listrik dapat membuat produsen kendaraan lain merasa tidak adil dan dapat menghambat perkembangan industri otomotif di Indonesia.
Untuk meningkatkan penjualan kendaraan di Indonesia, Gaikindo meminta pemerintah untuk memberikan insentif yang lebih luas dan tidak hanya fokus pada mobil listrik. Gaikindo minta insentif otomotif tak lagi fokus pada mobil listrik [titlebase] dan meminta pemerintah untuk mengembangkan kebijakan yang lebih komprehensif dan adil bagi semua produsen kendaraan di Indonesia.
Menurut data terbaru, penjualan kendaraan di Indonesia masih didominasi oleh kendaraan bermesin, dengan market share sekitar 90%. Sementara itu, penjualan kendaraan listrik masih relatif kecil, dengan market share sekitar 1%. Oleh karena itu, Gaikindo meminta pemerintah untuk mengambil langkah-langkah yang lebih efektif untuk meningkatkan penjualan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.
Gaikindo minta insentif otomotif tak lagi fokus pada mobil listrik [titlebase] dan meminta pemerintah untuk mengembangkan kebijakan yang lebih komprehensif dan adil bagi semua produsen kendaraan di Indonesia. Dengan demikian, diharapkan penjualan kendaraan di Indonesia dapat meningkat dan industri otomotif di Indonesia dapat berkembang lebih pesat.