Jakarta Aktual – 25 Juni 2026 | Pakar Hikmahanto Juwana: Geopolitik mereda, tak ada lagi alasan ekonomi lesu | SATU MEJA, kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran telah menghilangkan dalih pemerintah terkait hambatan ekonomi nasional karena pengaruh geopolitik. Menurut Pakar hukum internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, sekarang ini pemerintah tidak bisa lagi menyalahkan perekonomian sedang lesu itu karena masalah geopolitik.
Perang yang sempat berlangsung selama enam minggu tersebut telah berakhir dan menjadi angin segar bagi stabilitas dunia karena sebelumnya telah memicu kerumitan global. Indonesia yang terdampak signifikan pada kenaikan harga minyak mentah dan gangguan rantai pasok (supply chain) juga bisa bernafas lega.
Namun, Hikmahanto mengingatkan agar masyarakat dan pemerintah tetap waspada karena dokumen yang ditandatangani baru merupakan nota kesepahaman (MoU) atau fase pertama. Masa transisi selama 60 hari ke depan akan menjadi periode yang sangat krusial untuk menentukan keberlanjutan perdamaian permanen melalui rincian teknis negosiasi yang sedang dirundingkan.
Perlu diingat, bahwa ini hanya tahapan pertama, MoU ya disebutnya. Fase pertama ini kan untuk 60 hari. 60 hari karena nanti dalam 60 hari ini dilakukan negosiasi-negosiasi, termasuk salah satunya berkaitan dengan senjata nuklir, lalu uranium yang diperkaya oleh Iran, jelas Hikmahanto.
Pakar Hikmahanto Juwana: Geopolitik mereda, tak ada lagi alasan ekonomi lesu | SATU MEJA, Hikmahanto menekankan, selama periode 60 hari tersebut perlu ada realisasi poin-poin kesepakatan yang bersifat segera (immediately), terutama terkait normalisasi arus lalu lintas di Selat Hormuz.
Pakar Hikmahanto Juwana: Geopolitik mereda, tak ada lagi alasan ekonomi lesu | SATU MEJA, kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran merupakan langkah awal yang masih sangat rapuh dan memerlukan pengawalan ketat dalam 60 hari ke depan. Perlu diingat, bahwa ini hanya tahapan pertama, MoU (Nota Kesepahaman) ya disebutnya, kata Hikmahanto dalam acara Satu Meja The Forum Kompas TV.
Pakar Hikmahanto Juwana: Geopolitik mereda, tak ada lagi alasan ekonomi lesu | SATU MEJA, Indonesia dinilai perlu mengawal karena juga memiliki kepentingan untuk pelayaran minyak di Selat Hormuz. Hal ini krusial karena masalah jalur logistik energi inilah yang selama ini memicu lonjakan harga minyak dunia dan mengganggu rantai pasok global, termasuk ke Indonesia.
Pakar Hikmahanto Juwana: Geopolitik mereda, tak ada lagi alasan ekonomi lesu | SATU MEJA, Hikmahanto memberikan peringatan keras mengenai posisi Israel dalam konstelasi ini. Ia menyebut Israel berpotensi menjadi pensabotase perdamaian dunia karena memiliki kedaulatan sendiri yang belum tentu sejalan dengan keinginan Presiden Amerika Serikat.
Kesimpulan dari pernyataan Pakar Hikmahanto Juwana: Geopolitik mereda, tak ada lagi alasan ekonomi lesu | SATU MEJA, adalah bahwa kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran telah membuka peluang bagi pemulihan ekonomi nasional. Namun, perlu diingat bahwa ini hanya tahapan pertama dan masih memerlukan pengawalan ketat dalam 60 hari ke depan.