Jakarta Aktual – 11 Juni 2026 | Para legenda rock Indonesia bersatu dalam sebuah manifesto kebangsaan [titlebase] yang menarik perhatian masyarakat luas. Mereka menghidupkan semangat patriotisme melalui musik rock yang mengangkat tema sejarah, kebangsaan, dan warisan budaya. Dalam acara yang diadakan di Kota Baru Parahyangan, Bandung, para musisi rock ini memperkenalkan album debut mereka yang bertajuk CITRAYUDA.
Album tersebut mengangkat tema budaya, kebangsaan, dan identitas Indonesia melalui musik rock yang dipadukan dengan lirik bertema sejarah, perjuangan, dan kebangsaan. Para legenda rock Indonesia bersatu dalam sebuah manifesto kebangsaan [titlebase] ini menjadi salah satu sorotan dalam acara yang mempertemukan akademisi, pemikir, dan musisi rock.
Grup musik MAHARYA, yang beranggotakan individu dengan latar belakang akademik yang beragam, menjadi salah satu kelompok yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka memperkenalkan album debut mereka yang mengangkat tema patriotisme dan identitas nasional. Para legenda rock Indonesia bersatu dalam sebuah manifesto kebangsaan [titlebase] ini menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan seniman, akademisi, dan musisi dalam upaya menghadirkan karya yang mengangkat tema kebangsaan.
Formasi band MAHARYA diperkuat oleh Satrio Angga, Iram U’Camp, Trisnoize/Trisnojoyo, dan Obot. Mereka membentuk karakter musikal yang unik dengan menggabungkan unsur-unsur sejarah, budaya, dan nasionalisme. Para legenda rock Indonesia bersatu dalam sebuah manifesto kebangsaan [titlebase] ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana musik dapat digunakan sebagai medium untuk menyampaikan gagasan dan mengangkat isu-isu sosial dan budaya.
Dalam kesimpulan, para legenda rock Indonesia bersatu dalam sebuah manifesto kebangsaan [titlebase] ini menjadi langkah penting dalam menghidupkan semangat patriotisme dan mengangkat tema kebangsaan melalui musik rock. Mereka membuktikan bahwa musik dapat menjadi sarana yang efektif untuk menyampaikan gagasan dan menginspirasi masyarakat luas.