Zainuddin Labay El Yunusy adalah seorang ulama reformis dari Minangkabau. Ia bersama Haji Abdul Karim Amrullah merupakan tokoh penting pada awal pendirian sekolah atau perguruan Islam modern Sumatra Thawalib di Padangpanjang, Sumatera Barat pada masa penjajahan Belanda. Di samping menjadi pengajar di sekolah tersebut, Zainuddin juga mendirikan sekolah Islam, Diniyyah School, sebelum beberapa tahun kemudian Diniyyah Puteri didirikan oleh adiknya, Rahmah El Yunusiyyah.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Zainuddin Labay El Yunusy | |
|---|---|
| Lahir | 1890 |
| Meninggal | 10 Juli 1924 |
| Kebangsaan | |
| Pekerjaan | Ulama |
| Dikenal atas | Pendiri Sumatra Thawalib dan Diniyah Putri |
| Suami/istri | Sawiyah dan Djaliah |
| Anak | Zuraida Zainuddin Tanius Mathran Hibatullah Zainuddin |
| Orang tua | Muhammad Yunus al-Khalidiyah (ayah) Rafi’ah (ibu) |
Zainuddin Labay El Yunusy (lahir di Kanagarian Bukit Surungan,[a] Padangpanjang, tahun 1890 - meninggal di Padang, 10 Juli 1924 pada umur sekitar 34 tahun) adalah seorang ulama reformis dari Minangkabau (Sumatera Barat). Ia bersama Haji Abdul Karim Amrullah merupakan tokoh penting pada awal pendirian sekolah atau perguruan Islam modern Sumatra Thawalib di Padangpanjang, Sumatera Barat pada masa penjajahan Belanda. Di samping menjadi pengajar di sekolah tersebut, Zainuddin juga mendirikan sekolah Islam, Diniyyah School,[3] sebelum beberapa tahun kemudian Diniyyah Puteri didirikan oleh adiknya, Rahmah El Yunusiyyah.[4]
Secara nasab, nenek moyang Zainuddin berasal dari Nagari Ampek Angkek, Kabupaten Agam. Secara genetis, Zainuddin berasal dari suku Sikumbang.[b]