Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiYuan Chonghuan
Artikel Wikipedia

Yuan Chonghuan

Yuan Chonghuan (袁崇焕-1584-1630) adalah patriot dan komandan dari Dinasti Ming yang terkenal karena pertempurannya melawan suku Manchu

Wikipedia article
Diperbarui 15 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Yuan Chonghuan

Yuan Chonghuan
袁崇煥
Portret dari Yuan Chonghuan
Lahir(1584-06-06)6 Juni 1584
Dongguan, Guangdong
Meninggal22 September 1630(1630-09-22) (umur 46)
Xisi, Distrik Xicheng, Beijing
Nama lain
  • Yuansu (元素)
  • Ziru (自如)
PekerjaanPolitisi, jenderal, penulis

Yuan Chonghuan (袁崇焕-1584-1630) adalah patriot dan komandan dari Dinasti Ming yang terkenal karena pertempurannya melawan suku Manchu (yang kemudian mendirikan Dinasti Qing)

Dia dilahirkan di Dongguan, Guangdong dan lulus ujian kerajaan pada tahun 1619 lalu menduduki jabatan rendah di kehakiman. Ketika itu, tentara Tiongkok/Ming menderita kekalahan berturut-turut hingga pada tahun 1622 mereka terpaksa mundur ke Shanhaiguan (ujung paling timur Tembok Besar, di Hebei) dan melepaskan daerah Liaoning untuk orang Manchu. Setelah kunjungannya ke garis depan, Yuan diangkat sebagai sekretaris tingkat dua untuk urusan perangan dan diberikan dana untuk perekrutan tentara.

Jendral Yuan Chonghuan melakukan kerjasama yang baik dengan komandan tertinggi, Sun Chengzong dan menekan perbatasan terus ke arah utara hingga akhirnya membangun benteng di Ningyuan pada tahun 1623. Pada 1625, Sun dicopot jabatannya dan digantikan oleh Gao Di yang memerintahkan penarikan mundur tentara kembali ke Shanhaiguan, rencana ini ditentang keras oleh Yuan. Awal tahun berikutnya, Nuerhachi, pemimpin Manchu kembali memimpin pasukannya menyeberangi sungai Liao. Yuan Chonghuan dan komandan-komandannya dengan gemilang mempertahankan Ningyuan dengan senjata baru saat itu, senapan. Akibatnya, pada 27 Februari 1626, kerajaan mengangkat Yuan sebagai Gubernur Liaoning serta diberikan kekuasaan penuh untuk menangani gangguan dari perbatasan.

Yuan mengambil kesempatan ketika Nuerhachi meninggal diakhir tahun itu dengan kembali merebut Jinzhou. Bangsa Manchu kembali menyerang pada bulan Juni, tetapi mundur setelah beberapa pertempuran kecil. Ekspedisi itu membuatnya dikritik oleh kasim-kasim korup di bawah pimpinan Wei Zhongxian sehingga berakibat dia dipensiunkan.

Tahun 1628, di bawah kaisar baru, Yuan kembali ditugaskan sebagai komandan lapangan untuk kesatuan timur laut. Dia memulai rencana lima tahun yang ambisius untuk merebut kembali Liaodong. Pada tahun 1629, dia dianugerahi gelar Pelindung Senior Kerajaan. Bangsa Manchu menyerang balik dari timur dan melakukan serangan mendadak di utara Beijing pada akhir tahun itu. Yuan mundur dari Ningyuan untuk mempertahankan ibu kota, tetapi malah ditahan oleh Kaisar Chongzhen pada 13 Januari 1630. Kaisar termakan oleh isu yang dihembuskan oleh Kaisar Manchu, Huang Taiji dan fitnah para para pejabat korup yang tidak suka dengan Jendral Yuan. Yuan dituduh berkomplot dengan musuh dan pengecut meninggalkan posnya, lalu dijatuhi hukuman mati di Ganshiqiao, Beijing. Kepalanya dipungut oleh komandan penjaga kota dan dikuburkan. Keluarga komandan itu menjaga makam itu turun-temurun hingga pemerintah Tiongkok mengevakuasinya tahun 2003.

Bacaan lebih lanjut

  • Hummel, Arthur W. Sr., ed. (1943). "Yüan Ch'ung-huan" . Eminent Chinese of the Ch'ing Period. United States Government Printing Office.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Australia
  • Belanda
Orang
  • Trove
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Bacaan lebih lanjut

Artikel Terkait

Kaisar Chongzhen

kaisar terakhir Dinasti Ming, berkuasa dari 1627 hingga 1644

Taman Danau Longtan

museum di Republik Rakyat Tiongkok

Pertempuran Dalinghe

seperti Sun Chengzong dan Yuan Chonghuan. Artileri baru itu, pada kenyataannya, telah berperan penting dalam pertahanan Yuan di Ningyuan melawan Nurhaci

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026