Yeremia II Tranos adalah Patriark Ekumenis Konstantinopel yang menjabat dalam tiga periode terpisah: 1572–1579, 1580–1584, dan 1587–1595. Ia dikenal sebagai salah satu pemimpin paling berpengaruh dalam sejarah Gereja Ortodoks Timur selama masa Kekaisaran Ottoman, dengan kontribusi besar dalam reformasi gereja, dialog teologis lintas denominasi, dan pengakuan resmi terhadap Patriarkat Moskwa.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Beberapa atau seluruh referensi dari artikel ini mungkin tidak dapat dipercaya kebenarannya. |
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. (April 2025) |
| Nama dalam bahasa asli | (el) Ιερεμίας Β΄ ο Τρανός |
|---|---|
| Biografi | |
| Kelahiran | 1536 Поморие (mul) |
| Kematian | 1595 Istanbul |
| Uskup metropolitan | |
| | |
| Data pribadi | |
| Agama | Ortodoksi Timur |
| Kegiatan | |
| Spesialisasi | Teologi |
| Pekerjaan | Batrik, teolog, Eastern Orthodox priest (en) |
Yeremia II Tranos (sekitar 1530 – 4 September 1595) adalah Patriark Ekumenis Konstantinopel yang menjabat dalam tiga periode terpisah: 1572–1579, 1580–1584, dan 1587–1595. Ia dikenal sebagai salah satu pemimpin paling berpengaruh dalam sejarah Gereja Ortodoks Timur selama masa Kekaisaran Ottoman, dengan kontribusi besar dalam reformasi gereja, dialog teologis lintas denominasi, dan pengakuan resmi terhadap Patriarkat Moskwa.
Yeremia lahir sekitar tahun 1530 di Anchialos (sekarang Pomorie, Bulgaria), dari keluarga Yunani terkemuka, Tranos. Ia menerima pendidikan dari para cendekiawan terkemuka seperti Hierotheos dari Monemvasia, Arsenios dari Tirnovo, dan Damaskinos Stoudite. Sekitar tahun 1565, ia ditunjuk sebagai Uskup Larissa .
Yeremia pertama kali diangkat sebagai Patriark Ekumenis Konstantinopel pada 5 Mei 1572, menggantikan Metrophanes III. Ia segera melakukan reformasi gereja, termasuk menindak praktik simoni (jual beli jabatan gerejawi) dan mendisiplinkan klerus. Namun, reformasi ini menimbulkan ketegangan dengan Sinode Suci, yang menyebabkan pemecatannya pada 1579. Ia kembali menjabat pada 1580, tetapi kembali diberhentikan pada 1584 akibat tuduhan politik dan teologis. Setelah masa pengasingan di Rodos, Yeremia kembali diangkat sebagai patriark pada 1587 dan menjabat hingga wafatnya pada 1595 .
Antara tahun 1575 hingga 1581, Yeremia terlibat dalam korespondensi teologis dengan para teolog Lutheran dari Universitas Tübingen, Jerman. Mereka mengirimkan terjemahan Yunani dari Pengakuan Augsburg (Augsburg Confession) kepada Yeremia, yang kemudian menanggapi dengan tiga surat yang menegaskan posisi Ortodoks Timur dan menolak ajaran Lutheran. Dialog ini penting karena merupakan pertukaran teologis formal pertama antara Gereja Ortodoks dan Protestan .
Pada tahun 1588, Yeremia melakukan perjalanan ke Moskwa dan pada 26 Januari 1589, ia menobatkan Job sebagai Patriark pertama Moskwa dan seluruh Rusia. Tindakan ini menandai pengakuan resmi terhadap autocephaly (kemandirian) Gereja Ortodoks Rusia. Pengakuan ini kemudian dikukuhkan dalam sinode di Konstantinopel pada 12 Februari 1593 .
Yeremia dikenal sebagai patriark yang cakap dan reformis. Ia mendirikan akademi patriarkal di Konstantinopel untuk meningkatkan pendidikan klerus dan mendirikan percetakan pertama di kota tersebut, menyadari pentingnya percetakan dalam penyebaran ilmu pengetahuan dan ajaran gereja .
Yeremia II wafat pada 4 September 1595 di Konstantinopel. Ia dikenang sebagai salah satu patriark paling berpengaruh dalam sejarah Gereja Ortodoks Timur, dengan warisan reformasi gereja, dialog ekumenis, dan penguatan struktur gereja di bawah kekuasaan Ottoman.