Yata no Kagami atau Cermin Yata adalah sebuah cermin keramat yang menjadi bagian dari Pusaka Kekaisaran Jepang. Benda tersebut dikatakan disimpan di Biara Besar Ise, Prefektur Mie, Jepang, meskipun kurangnya akses umum membuat kesulitan untuk memverifikasikannya. Yata no Kagami mewakili "kebijaksanaan" atau "kejujuran", tergantung pada sumber. Namanya secara literal artinya "Cermin Lima Tangan", sebuah rujukan kepada bentuk oktagonalnya. Cermin-cermain di Jepang kuno mewakili kebenaran karena mereka merefleksikan apa yang ditampilkan, dan merupakan sumber dari mistik dan kehormatan. Cerita rakyat Jepang kaya akan cerita kehidupan sebelum cermin menjadi barang umum.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Yata no Kagami (八咫鏡code: ja is deprecated ) atau Cermin Yata adalah sebuah cermin keramat yang menjadi bagian dari Pusaka Kekaisaran Jepang. Benda tersebut dikatakan disimpan di Biara Besar Ise, Prefektur Mie, Jepang, meskipun kurangnya akses umum membuat kesulitan untuk memverifikasikannya. Yata no Kagami mewakili "kebijaksanaan" atau "kejujuran", tergantung pada sumber. Namanya secara literal artinya "Cermin Lima Tangan", sebuah rujukan kepada bentuk oktagonalnya. Cermin-cermain di Jepang kuno mewakili kebenaran karena mereka merefleksikan apa yang ditampilkan, dan merupakan sumber dari mistik dan kehormatan (menjadikannya benda-benda tak umum). Cerita rakyat Jepang kaya akan cerita kehidupan sebelum cermin menjadi barang umum.
Dalam mitologi Jepang, cermin tersebut dimiliki oleh desa Ishikoridome; benda tersebut dan Yasakani no magatama digantung di sebuah pohon untuk mengeluarkan Amaterasu dari sebuah gua. Barang-barang tersebut diberikan kepada cucu Amaterasu, Ninigi-no-Mikoto, saat ia sedang menjaga Jepang sambil membawa pedang Kusanagi. Dari situ, pusaka-pusaka tersebut diserahkan ke tangan Wangsa Kekaisaran Jepang.
Pada tahun 1040 (1 Chōkyū, bulan ke-9), barang-barang simpanan yang terdiri dari Cermin Keramat terbakar dalam sebuah kebakaran.[1] Entah cermin tersebut ikut lenyap atau tidak, benda tersebut dikatakan sekarang disimpan di Biara Besar Ise, sementara sebuah replika disimpan dalam Tiga Tempat Suaka Istana dari Istana Kekaisaran di Tokyo.
Yata no Kagami memiliki sifat suci dan keramat karena dianggap sebagai benda ilahi yang berasal dari mitologi Jepang dan dihormati sebagai pusaka kekaisaran. Benda ini bersifat simbolis, tidak digunakan sebagai alat atau senjata, melainkan sebagai lambang kebijaksanaan, kejujuran, dan kebenaran, karena cermin memantulkan segala sesuatu apa adanya tanpa menipu. Yata no Kagami juga berfungsi sebagai sarana refleksi diri, mengajarkan manusia untuk melihat dan menilai diri sendiri dengan jujur. Keberadaannya yang tertutup, tidak dapat dilihat oleh umum, memberikan kesan misterius dan sakral. Selain itu, dalam kepercayaan Jepang kuno, cermin dipercaya memiliki kekuatan spiritual dan nilai mistis, sehingga Yata no Kagami dipandang sebagai benda yang penuh kehormatan dan makna moral.
Yata no Kagami adalah cermin suci dalam mitologi Jepang, salah satu dari Tiga Harta Karun Kekaisaran, melambangkan kebijaksanaan dan kebenaran, yang diciptakan untuk memancing Dewi Matahari Amaterasu keluar dari gua, kemudian menjadi pusaka kekaisaran yang diyakini memiliki kekuatan ilahi untuk mengungkapkan kebenaran dan menjadi simbol suci kedaulatan kaisar Jepang, dengan replika disimpan di Istana Kekaisaran dan yang asli dipercaya berada di Kuil Agung Ise.
Cermin ini konon dibuat oleh dewa Ishikoridome sebagai bagian dari upaya untuk membujuk Dewi Amaterasu agar keluar dari gua setelah ia bersembunyi karena perselisihan dengan saudaranya, Susanoo.