Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiXia Wanchun
Artikel Wikipedia

Xia Wanchun

Xia Wanchun (夏完淳-1631-1647) adalah seorang pahlawan remaja Tiongkok pada tahun-tahun terakhir Dinasti Ming. Terlahir dengan bakat yang luar biasa, umur lima tahun sudah bisa membicarakan Kitab Lunyu dan Wujing. Pada usianya yang ke enam sudah fasih bertanya-jawab dengan orang-orang yang lebih tua. Mulai menulis puisi pada usia tujuh tahun dan dua tahun kemudian puisi-puisi itu dikumpulkan dengan judul Dairuji. Di usianya yang masih terbilang muda itu, dia juga sudah bisa berdiskusi tentang masalah-masalah kenegaraan.

Wikipedia article
Diperbarui 15 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Xia Wanchun
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Desember 2023)
Infobox orangXia Wanchun

Suntingan nilai di Wikidata
Posthumous name (en) Terjemahkan忠毅 dan 節愍 Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran1631 Suntingan nilai di Wikidata
Kematian1647 Suntingan nilai di Wikidata (15/16 tahun)
Kegiatan
Pekerjaanpenulis Suntingan nilai di Wikidata
Keluarga
AyahXia Yunyi Suntingan nilai di Wikidata

Xia Wanchun (夏完淳-1631-1647) adalah seorang pahlawan remaja Tiongkok pada tahun-tahun terakhir Dinasti Ming. Terlahir dengan bakat yang luar biasa, umur lima tahun sudah bisa membicarakan Kitab Lunyu dan Wujing. Pada usianya yang ke enam sudah fasih bertanya-jawab dengan orang-orang yang lebih tua. Mulai menulis puisi pada usia tujuh tahun dan dua tahun kemudian puisi-puisi itu dikumpulkan dengan judul Dairuji. Di usianya yang masih terbilang muda itu, dia juga sudah bisa berdiskusi tentang masalah-masalah kenegaraan.

Tahun 1644, bangsa Manchu menyerbu Tiongkok dan Dinasti Ming runtuh. Bersama ayahnya, Xia Wanchun yang sudah menginjak usia remaja bergabung dengan kelompok pemberontak melawan Manchu/ Dinasti Qing. Sayangnya kelompok pemberontak itu pada akhirnya dikalahkan oleh tentara Qing. Dengan sedih dan putus asa, ayahnya melakukan bunuh diri dengan melompat ke sungai. Sepeninggal ayahnya Xia bergabung dengan kelompok pemberontak lainnya dan menjadi penasehatnya.

Tahun 1647, Xia tertangkap dan dibawa ke Nanjing untuk diinterogasi. Yang menginterogasinya adalah pejabat Ming yang berkhianat, Hong Chengchou. Ajakan untuk menyerah dan tawaran kedudukan tinggi ditolaknya mentah-mentah, bahkan dia mempermalukan Hong Chengchou di depan pengawal-pengawalnya. Dengan muka memerah karena marah dan malu, Hong memerintahkannya dijebloskan ke penjara sambil menunggu hukuman mati.

Xia menjalani hari-hari terakhirnya di penjara dengan tenang. Di sana dia menulis puisi-puisi yang menceritakan aspirasi politiknya, pengalaman pahir-getirnya di medan perang dan belasungkawa pada rekan-rekannya yang gugur melawan bangsa Manchu. Tak lama kemudian, dia digiring ke alun-alun kota untuk dihukum mati di depan umum. Dia berdiri tegak membusungkan dada dengan ekspresi wajah yang tenang sampai golok algojo menebas lehernya. Saat itu dia baru berusia 16 tahun.

Pranala luar

  • Guan Shichao, Zhongguo gushi yingyongjuan, Taiyuan: Xiwang chubanshe, 1999
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Australia
  • Belanda
  • Israel
Orang
  • Trove
Lain-lain
  • Yale LUX


Flag of TiongkokBiography icon

Artikel bertopik biografi Tiongkok ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pranala luar

Artikel Terkait

Pemberontakan Delapan Pangeran

Gerbang Yunlong sebagai demonstrasi, memburu pelakunya, membuka Gerbang Wanchun untuk membawa pasukan dari Istana Timur dan kamp luar, dan memasuki istana

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026