Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Wen Tianxiang

Wen Tianxiang (1236-1283) adalah seorang pahlawan Tiongkok di akhir Dinasti Song selatan yang terkenal karena kesetiaannya pada negara. Dia lahir di Luling. Tahun 1256 lulus ujian kerajaan dengan nilai terbaik dan belakangan menjabat sebagai perdana menteri Song dan mendapat gelar Adipati Xingguo.

Wikipedia article
Diperbarui 15 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Wen Tianxiang
Patung sedada Wen Tianxiang di Beijing

Wen Tianxiang (hanzi: 文天祥)(1236-1283) adalah seorang pahlawan Tiongkok di akhir Dinasti Song selatan yang terkenal karena kesetiaannya pada negara. Dia lahir di Luling (sekarang Ji’an, provinsi Jiangxi). Tahun 1256 lulus ujian kerajaan dengan nilai terbaik dan belakangan menjabat sebagai perdana menteri Song dan mendapat gelar Adipati Xingguo.

Tahun 1278, setelah kekuatan Song di daratan tersapu bersih, Wen ditangkap pasukan Yuan (Mongol) di bawah pimpinan Kubilai Khan. Dia lalu dibawa ke Beijing dan dikenai tahanan rumah. Di sana Wen diperlakukan baik dan diberi hadiah-hadiah karena Kubilai menginginkan Wen bekerja padanya, dia menjanjikan jabatan penting dalam pemerintahannya, selain itu Kubilai menganggap Wen sebagai orang yang berpengaruh sehingga dapat dipakai untuk mengambil hati orang Han dan sisa-sisa tentara Song agar tunduk pada Mongol. Namun tawaran ini ditolak mentah-mentah oleh Wen. Selama masa tahanan rumahnya, Wen menulis puisinya yang terkenal “Lagu Kebenaran” dan “Melewati Lingdingyang”.

Setelah empat tahun dibujuk dengan berbagai cara tanpa hasil, suatu hari pada awal tahun 1283, Kubilai secara pribadi mengunjungi Wen dan menanyakan apa yang diinginkannya. Wen menjawab tegas bahwa dia tidak akan pernah melayani dua tuan dan yang dia inginkan hanyalah kematian. Habis kesabaran, Kubilai memerintahkan hukuman mati untuknya keesokan harinya. Namun belakangan dia menyesal karena keputusannya yang terburu-buru menghukum mati Wen, dia menunjukkan dukacitanya terhadap Wen dengan berpuasa.

Wen sebenarnya mempunyai dua orang putra, tetapi keduanya mati muda, maka dia mengadopsi ketiga putra adiknya. Dia berpesan pada ketiganya agar tetap meneruskan perlawanan terhadap Dinasti Yuan dan membentuk kelompok perlawanan. Wen Tianxiang dianggap sebagai salah satu simbol kesetiaan dan patriotisme bagi orang Tiongkok. Tulisan-tulisan dan pemikirannya banyak dipakai sebagai bahan pengajaran di sekolah-sekolah hingga kini.

Keturunan

Patung Wen Tianxiang di Santin, Hongkong
  • Pelukis dan ahli kaligrafi terkenal masa Dinasti Ming, Wen Zhengming masih termasuk keturunannya, begitu juga ibu dari Mao Zedong, pendiri Tiongkok.
  • Beberapa keturunan Wen berimigrasi ke Indochina dan nama marga mereka dieja menjadi Van, sesuai ejaan Vietnam.
  • Di desa San Tin, Hongkong juga banyak orang bermarga Wen (Man dalam dialek Kanton). Garis keturunan mereka dapat ditelusuri melalui Wen Tianshui, jenderal terkenal zaman Dinasti Song yang juga sepupu Wen Tianxiang.

Monumen Wen Tianxiang

  • Di kampung halaman Wen, kota Ji’an, Jiangxi dibangun sebuah makam yang besar di Wohushan untuknya. Barang-barang yang diperkirakan peninggalannya berupa lukisan, kaligrafi, dan seragam militer dipajang di kuil keluarga Wen di Futian.
  • Di Beijing, dibangun tugu peringatan baginya yang didirikan tahun 1376 semasa pemerintahan Kaisar Hongwu dari Dinasti Ming. Tugu itu didirikan di sekitar tempat Wen dieksekusi yaitu di depan gang Fuxue. Di sana terpahat tulisan “Sarjana kelas atas dan perdana menteri Song, anak berbakti dan pejabat setia dari Xihu”
  • Di Hongkong juga ada Wen Tiangxiang Memorial Park dan kediaman Wen yang merupakan situs bersejarah favorit di sana.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Jepang
  • Australia
  • Belanda
  • Kroasia
  • Korea
  • Israel
Akademik
  • CiNii
Orang
  • Trove
Lain-lain
  • IdRef
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Keturunan
  2. Monumen Wen Tianxiang

Artikel Terkait

Lu Xiufu

menjadi jinshi (gelar tertinggi sarjana kerajaan saat itu) bersama Wen Tianxiang. Oleh kerajaan Lu diberi jabatan sebagai menteri urusan ritual. Pada

Zhang Hongfan

Pertempuran Yamen. Dalam biografi Wen Tianxiang, Deng Guangjian mendeskripsikan Zhang Hongfan sebagai orang yang bersahabat kepada Wen. Sebelum meninggal, Zhang

Kanselir agung (Tiongkok)

1207–1233). Jia Sidao (menjabat 1259–1275) Chen Yizhong (menjabat 1275-1276) Wen Tianxiang (menjabat 1275-1278) Lu Xiufu (menjabat 1278-1279) Catatan: setelah

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026