Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Wahana luncur

Wahana halilintar atau kereta luncur adalah wahana permainan berupa kereta yang dipacu dengan kecepatan tinggi pada jalur rel khusus, biasanya terletak di atas tanah yang memiliki ketinggian yang berbeda-beda. Rel ini ditopang oleh rangka baja yang disusun sedemikian rupa. Wahana ini pertama kali ada di Disney Land Amerika Serikat.

artikel daftar Wikimedia
Diperbarui 25 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Wahana luncur
Sebuah wahana halilintar di Luna Park (Melbourne, Australia)

Wahana halilintar atau kereta luncur (bahasa Inggris: roller coastercode: en is deprecated ) adalah wahana permainan berupa kereta yang dipacu dengan kecepatan tinggi pada jalur rel khusus, biasanya terletak di atas tanah yang memiliki ketinggian yang berbeda-beda. Rel ini ditopang oleh rangka baja yang disusun sedemikian rupa. Wahana ini pertama kali ada di Disney Land Amerika Serikat.

Fenomena fisika

Energi potensial

Energi potensial, Ep, yakni energi yang “dikandung” wahana halilintar disebabkan oleh posisinya yang bernilai maksimum di puncak lintasan. Energi potensial bernilai nol di posisi “lembah” (posisi terendah) lintasan. Energi potensial diubah menjadi energi kinetik ketika wahana halilintar bergerak menurun.

Energi kinetik

Energi kinetik, Ek, yakni energi yang dihasilkan oleh wahana halilintar karena geraknya (dalam hal ini kecepatan), bernilai nol di posisi puncak lintasan. Energi kinetik bernilai maksimum di posisi “lembah’ (posisi terendah) lintasan. Energi kinetik diubah menjadi energi potensial, ketika wahana halilintar bergerak menaik.

Dinamika

Gerak wahana halilintar mengalami percepatan, yakni perubahan kecepatan terhadap waktu yakni kecepatan bertambah terhadap waktu, ketika bergerak menurun. Wahana halilintar mengalami perlambatan (percepatan negatif), yakni kecepatan berkurang terhadap waktu ketika bergerak menaik. Perubahan kecepatan juga terjadi saat wahana halilintar berubah arah.

Gaya gravitasi

Pada wahana halilintar, penumpang tentu mengalami gaya gravitasi, yakni gaya (interaksi) yang disebabkan oleh tarikan massa bumi terhadap massa tubuh (karena massa bumi jauh lebih besar dibandingkan dengan massa tubuh). Gaya gravitasi tersebut diartikan=> F= kurang lebih 10.000N. Namun dari hasil penelitian, setiap wahana halilintar tergantung pada berat dan putarannya.

Kekekalan energi

Dalam proses perubahan energi Ek menjadi Ep dan Ep menjadi Ek, sebagian energi diubah menjadi energi panas (kalor) karena adanya gesekan (friksi). Misalnya, roda wahana halilintar dengan rel lintasan. Energi total sistem tidak bertambah atau berkurang. Energi “hanya” berubah bentuk (misal: Ek, Ep, kalor).

Gaya sentripetal

Gaya sentripetal adalah gaya yang “berusaha” menarik objek mengarah ke titik pusat (sumbu). Ketika wahana halilintar bergerak melalui lintasan memutar, gaya sentripental “mempertahankan” wahana halilintar agar tetap bergerak memutar.

Rujukan

  • Miftachul Hadi, Roller Coaster Physics, 2008 [pranala nonaktif permanen].
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX


Ikon rintisan

Artikel bertopik teknologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Fenomena fisika
  2. Energi potensial
  3. Energi kinetik
  4. Dinamika
  5. Gaya gravitasi
  6. Kekekalan energi
  7. Gaya sentripetal
  8. Rujukan

Artikel Terkait

Wikimedia Foundation

organisasi amal asal Amerika Serikat

Pemblokiran Wikimedia di Indonesia

pembatasan domain auth.wikimedia.org di Indonesia

Wikimedia Incubator

situs web yang merupakan bagian dari proyek Yayasan Wikimedia yang diperuntukkan untuk uji coba dari proyek-proyek Wikimedia seperti Wikipedia sebelum versi tersebut dirilis. Proyek ini dulunya berada di "meta wiki".

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026