Tango adalah merek wafer, biskuit, dan minuman susu yang dipasarkan di Indonesia, yang berada di bawah kelompok perusahaan OT Group melalui anak usahanya PT Ultra Prima Abadi, yang juga memproduksi Tango Waffle, Tango Walut, Tango Brownies Crispy, Oops, Mintz, Blaster, Fullo dan juga Formula. Tango Wafer diluncurkan pertama kali sebagai produk wafer pada tahun 1995, Tango dikenal di pasar Indonesia melalui identitas pemasaran yang menekankan pada ketebalan dan jumlah lapisan wafer. Merek ini telah berkembang menjadi salah satu pemimpin pasar dalam kategori wafer cokelat di Indonesia dan telah diekspor ke berbagai negara di Asia, Afrika, Oceania dan Eropa.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Jenis produk | Wafer, minuman susu |
|---|---|
| Pemilik | Orang Tua |
| Produsen | Ultra Prima Abadi (wafer, kukis) CS2 Pola Sehat (minuman susu) |
| Negara | Indonesia |
| Diluncurkan | 1993 (sebagai merek permen) 1995 (sebagai merek wafer) 2019 (sebagai merek minuman susu) |
| Dihentikan | 2010-an (sebagai merek permen) |
| Merek terkait | Chizmill |
| Situs web | www susutango |
Tango adalah merek wafer, biskuit, dan minuman susu yang dipasarkan di Indonesia, yang berada di bawah kelompok perusahaan OT Group melalui anak usahanya PT Ultra Prima Abadi, yang juga memproduksi Tango Waffle, Tango Walut, Tango Brownies Crispy, Oops, Mintz, Blaster, Fullo dan juga Formula. Tango Wafer diluncurkan pertama kali sebagai produk wafer pada tahun 1995, Tango dikenal di pasar Indonesia melalui identitas pemasaran yang menekankan pada ketebalan dan jumlah lapisan wafer. Merek ini telah berkembang menjadi salah satu pemimpin pasar dalam kategori wafer cokelat di Indonesia dan telah diekspor ke berbagai negara di Asia, Afrika, Oceania dan Eropa.
Tango merupakan salah satu produk flagship (unggulan) dari OT Group dalam segmen confectionery. Produk ini dikenal luas di masyarakat Indonesia berkat slogan pemasarannya yang ikonik, "Berapa Lapis? Ratusan!". [1] Selain melayani pasar domestik, Tango juga mendistribusikan produknya ke pasar internasional, termasuk Tiongkok, melalui kemitraan strategis dengan platform e-comm.erce global seperti Alibaba. [2]
Tango diperkenalkan oleh OT Group pada pertengahan 1990-an ketika perusahaan memperluas portofolio produknya ke kategori permen, wafer dan biskuit. Awalnya, merek Tango digunakan untuk produk permen yang beredar dari tahun 1993 hingga pertengahan 2010-an. Beberapa sumber perusahaan menyebutkan bahwa peluncuran wafer Tango berlangsung pada 1995 sebagai bagian upaya OT memasuki pasar biskuit nasional. Sejak peluncuran, produk ini berkembang menjadi salah satu merek wafer populer di pasar domestik dan menghadirkan beberapa perluasan lini produk. [3]
Pada bulan Mei 2019, merek Tango juga digunakan untuk produk minuman susu rasa cokelat, yaitu Velluto Tango Drink, yang selanjutnya menjadi cikal bakal produk Susu Tango yang beredar saat ini. Awalnya Susu Tango tersedia dalam kemasan botol PET ukuran 250ml (yang kemudian dihentikan dari peredaran), yang selanjutnya juga tersedia dalam kemasan UHT 200ml dan varian khusus anak-anak yaitu Susu Tango Kido dalam kemasan UHT 115ml. Susu Tango dihadirkan untuk menggantikan produk Vitamilk Prebiotik yang pernah beredar di awal 2010-an.
Tango hadir dalam sejumlah varian rasa dan format, termasuk varian rasa cokelat, vanilla, choco tiramisu, javamocca, strawberry, cheese, serta edisi premium (mis. Matcha & Hazelnut) dan format produk lain seperti Tango Waffle dan Tango Walut.[4]
Pada tahun 2025, Tango meluncurkan Tango Waffle Wa.hh, yang diklaim sebagai wafel berlapis cokelat renyah (crispy chocolate-coated waffle) pertama di Indonesia, serta varian Brownies Crispy dan biskuit krim cokelat Emoji.[5]
Susu Tango tersedia dalam varian Italian Chocolate dan Dreamy Strawberry dalam kemasan kotak UHT ukuran 200ml. Sedangkan Susu Tango Kido tersedia dalam varian rasa banana, stroberi, full cream, madu, dan cokelat, dalam kemasan kotak UHT ukuran 115ml.
Dalam industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG), Tango secara konsisten menempati posisi atas dalam pangsa pasar wafer di Indonesia, bersaing ketat dengan kompetitor domestik lainnya.
Pada tahun 2024, Tango meluncurkan kampanye “Rayakan Hidup Dengan Tango” yang mencakup kegiatan sosial di Papua. Tango Wafer bekerja sama dengan Komunitas Medis Katolik Indonesia (KMKI) dan komunitas Kuali Merah Putih. Kegiatan yang dilakukan adalah pemberian telur rebus harian oleh KMKI kepada anak-anak di Distrik Agats, Asmat (Papua Selatan), sebagai upaya untuk meningkatkan asupan protein. Wafer Tango mendampingi dengan menyumbang wafer dan susu Tango untuk anak-anak tersebut selama sekitar 3 bulan.[11]