Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Pandangan yang membahagiakan

Dalam teologi Kristen, pandangan yang membahagiakan merujuk pada keadaan bahagia tertinggi yang akan dialami oleh orang percaya saat memandang Allah secara langsung di surga. Hal ini merupakan bentuk komunikasi-diri Allah yang paling utama dan langsung kepada malaikat maupun manusia. Melalui pandangan yang membahagiakan ini, seorang manusia, sebagai bagian dari persekutuan orang kudus, mencapai keselamatan sempurna secara utuh, yakni surga. Konsep mengenai pandangan ini menekankan komponen intelektual dari keselamatan, yakni kontemplasi langsung terhadap Allah. Meski demikian, istilah tersebut juga mencakup keseluruhan pengalaman sukacita, di mana kebahagiaan bersumber dari perjumpaan langsung dengan Allah muka dengan muka, bukan lagi melalui iman yang tidak sempurna.

dalam teologi Kristen, adalah komunikasi-diri Allah yang langsung dan ultimat
Diperbarui 10 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pandangan yang membahagiakan
Gambaran visiun beatifis karya Gustave Doré, dari Divina Commedia-nya Dante Alighieri

Dalam teologi Kristen, pandangan yang membahagiakan (Latin: visio beatificacode: la is deprecated , bahasa Inggris: beatific visioncode: en is deprecated ) merujuk pada keadaan bahagia tertinggi yang akan dialami oleh orang percaya saat memandang Allah secara langsung di surga. Hal ini merupakan bentuk komunikasi-diri Allah yang paling utama dan langsung kepada malaikat maupun manusia. Melalui pandangan yang membahagiakan ini, seorang manusia, sebagai bagian dari persekutuan orang kudus, mencapai keselamatan sempurna secara utuh, yakni surga. Konsep mengenai pandangan ini menekankan komponen intelektual dari keselamatan, yakni kontemplasi langsung terhadap Allah. Meski demikian, istilah tersebut juga mencakup keseluruhan pengalaman sukacita, di mana kebahagiaan bersumber dari perjumpaan langsung dengan Allah muka dengan muka, bukan lagi melalui iman yang tidak sempurna (1 Kor. 13:11–12).[1][2][3]

Konsep ini berkaitan erat dengan keyakinan Katolik dan Ortodoks Timur mengenai teosis,[4][5] serta gagasan Wesleyan tentang kesempurnaan Kristen.[6] Dalam pandangan sebagian besar denominasi gereja, hal ini dipandang sebagai upah bagi umat Kristen di kehidupan yang akan datang (akhirat).[7]

Referensi

  1. ↑ K. Rahner. "Beatific Vision". Sacramentum Mundi. An Encyclopedia of Theology. Vol. 1. hlm. 151–153.
  2. ↑ Cf. Catechism of the Catholic Church 163, 1028, 1045
  3. ↑ Cf. Gregory of Nyssa. De Beatitudinibus 6, PG 44, 1265A.
  4. ↑ Faulk, Edward (2007). Questions and Answers on Eastern Catholic Churches. aulist Press. hlm. 63. ISBN 978-0-8091-4441-9. What is theosis? Both the Latin Church and the Eastern Catholic Churches feature this idea as a central point in their theology
  5. ↑ Inbody, Tyron (2005). The Faith of the Christian Church: An Introduction to Theology. Eerdmans. hlm. 229. ISBN 0-8028-4151-1. Eastern and Roman Catholic churches typically describe salvation as theosis or deification or divinization
  6. ↑ Wesley, Charles. "Maker, in Whom We Live." The United Methodist Hymnal. Nashville: The United Methodist Publishing House, 1989. 28 May 2018. <https://hymnary.org/hymn/UMH/88>.
  7. ↑ (Inggris) "Deification". Oxford Dictionary of the Christian Church. Oxford University Press. 2005. ISBN 978-0-19-280290-3.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi

Artikel Terkait

Reformasi Protestan

Perpecahan abad ke-16 dalam Kekristenan Barat

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026