Ular putih papua atau senawan tanah irian adalah spesies ular senawan yang endemik di pulau Papua dan sekitarnya. Nama lokal ular ini adalah Ikaheka, dari bahasa lokal yang berarti "belut-tanah". Disebut demikian karena ular ini menyukai tempat-tempat lembap, basah, dan becek (berlumpur). Spesimen pertama ular ini dideskripsikan pertama kali setelah ditemukan di Manokwari, oleh Lesson pada tahun 1830.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2025) |
| Ular putih papua | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | |
| Filum: | |
| Subfilum: | |
| Kelas: | |
| Ordo: | |
| Subordo: | |
| Famili: | |
| Subfamili: | |
| Genus: | Micropechis (Boulenger, 1896) |
| Nama binomial | |
| Micropechis ikaheka (Lesson, 1829) | |
Ular putih papua atau senawan tanah irian adalah spesies ular senawan yang endemik di pulau Papua dan sekitarnya. Nama lokal ular ini adalah Ikaheka, dari bahasa lokal yang berarti "belut-tanah". Disebut demikian karena ular ini menyukai tempat-tempat lembap, basah, dan becek (berlumpur). Spesimen pertama ular ini dideskripsikan pertama kali setelah ditemukan di Manokwari, oleh Lesson pada tahun 1830.
Tubuhnya agak gemuk dengan ekor yang ralatif pendek. Kepala kecil tetapi dapat dibedakan dari lehernya. Matanya kecil dengan biji mata yang bulat.
Berdasarkan survey oleh Krey pada tahun 2009, secara umum warna ular ikaheka terbagi menjadi hitam, kuning, dan coklat berdasarkan distribusinya.
Kepala berwarna terang sampai kelabu gelap. Bibir, leher dan dagunya kekuning-kuningan. Lehernya berwarna kuning atau krem, kadang kala ujung sisik-sisiknya berpigmen gelap. Pada bagian tengah badannya berwarna coklat kemerah-merahan dengan belang-belang sisik berwarna gelap atau kehitam-hitaman. Belang tersebut ke bagian posterior semakin gelap dan lebar hingga ujung ekornya. Bagian perutnya berwarna kuning krem dengan tepi sisik yang berwarna hitam atau coklat.
Ular ini ditemukan di hutan hujan tropis yang basah, perkebunan yang lembap, sampai rawa-rawa, serta daerah dataran tinggi seperti pegunungan dapat mencapai ketinggian 1500 m. Aktivitasnya terutama dilakukan pada malam hari, sering terlihat bersembunyi di bawah dedaunan yang telah membusuk. Berkembangbiak dengan cara bertelur. Makanannya adalah katak, kadal, dan mamalia kecil. Ular ini termasuk jenis ular yang berbisa keras.
Ular ini tersebar di Pulau Papua dan pulau-pulau di sekitarnya. Ada 2 anak jenis, yakni: