Tupai ekor sikat atau tupai ekor-sikat adalah sebuah spesies tupai yang merupakan satu-satunya spesies yang masih ada dalam genus tunggal Ptilocercus, famili Ptilocercidae. Tupai ini berasal dari selatan Thailand, Semenanjung Malaya, Kalimantan dan beberapa pulau di Indonesia.Tupai ini di bedakan dari jenis tupai lainnya, karena ekornya yang gundul dengan dangan ujung rambut putih, berbentuk seperti sayap ayam. Tubuh berwarna coklat keabu-abuan di daerah punggungnnya. Panjang badan sampai kepala 10 - 15 cm. Ekor 13 - 21 cm. Bobot 25 - 60 gram. Mencari makan pada malam hari. Umumnya hidup berpasangan, walaupun ada yang berkelompok sampai 5 ekor. Makanan utamanya berupa serangga, seperti: lipas, kumbang semut, dan rayap. Hidup di atas pohon yang tinggi di hutan, perkebunan karet atau di sekitar perhunian manusia, pada ketinggian 0 - 1.000 meter di atas permukaan laut. Pada waktu tidur, badannya menggulung seperti bola. Di Indonesia terdapat di Sumatra dan Kalimantan. Di sebut juga tikus kayu dan tupai akar malam.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Tupai ekor-bulu | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Domain: | |
| Kerajaan: | |
| Filum: | |
| Kelas: | |
| Ordo: | |
| Famili: | |
| Genus: | |
| Spesies: | Ptilocercus lowii[2] Gray, 1848 |
| Peta persebaran | |
Tupai ekor sikat[3] (Lat.: Ptilocercus lowii)[4] atau tupai ekor-sikat adalah sebuah spesies tupai yang merupakan satu-satunya spesies yang masih ada dalam genus tunggal Ptilocercus, famili Ptilocercidae. Tupai ini berasal dari selatan Thailand, Semenanjung Malaya, Kalimantan dan beberapa pulau di Indonesia.[1]Tupai ini di bedakan dari jenis tupai lainnya, karena ekornya yang gundul dengan dangan ujung rambut putih, berbentuk seperti sayap ayam.[4] Tubuh berwarna coklat keabu-abuan di daerah punggungnnya.[4] Panjang badan sampai kepala 10 - 15 cm.[4] Ekor 13 - 21 cm.[4] Bobot 25 - 60 gram.[4] Mencari makan pada malam hari.[4] Umumnya hidup berpasangan, walaupun ada yang berkelompok sampai 5 ekor.[4] Makanan utamanya berupa serangga, seperti: lipas, kumbang semut, dan rayap.[4] Hidup di atas pohon yang tinggi di hutan, perkebunan karet atau di sekitar perhunian manusia, pada ketinggian 0 - 1.000 meter di atas permukaan laut.[4] Pada waktu tidur, badannya menggulung seperti bola.[4] Di Indonesia terdapat di Sumatra dan Kalimantan.[4] Di sebut juga tikus kayu dan tupai akar malam.[4]