Tupai bergaris atau Tupai kujo adalah spesies tupai dari keluarga Tupaiidae. Tupai dengan ciri khasnya ada garis lurus hitam di punggungnya, dari belakang kepala sampai ke pangkal ekor. Rambut punggung pendek dan halus, berwarna lurik dengan pangkal putih, di tengah kuning sampai kuning kecoklatan, dan ujungnya hitam. Campuran warna ini menjadi coklat kekuningan sampai kuning kehitaman seperti bubuk merica. Permukaan perut berwarna kelabu kekuningan. Diduga mempunyai sifat seperti jenis tupai lainnya. Spesies ini endemik di Kalimantan di mana bisa ditemukan di Sabah, Sarawak (Malaysia), Brunei, dan Kalimantan (Indonesia) kecuali di selatan-timur. Spesies ini belum tercatat di Sabah dalam 20 tahun terakhir. Hal ini karena spesies dataran rendah, tercatat hingga 1.200 m. Jumlahnya di alam sangat sedikit. Jenis ini dikenal yang cukup langka dan hanya diketahui dari beberapa jenis saja. Meskipun hampir pasti telah mengalami penurunan habitat, dengan tidak adanya informasi mengenai preferensi habitat, spesies ini sementara terdaftar sebagai Data Kurang.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Tupai bergaris | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | |
| Filum: | |
| Kelas: | |
| Ordo: | |
| Famili: | |
| Genus: | |
| Spesies: | T. dorsalis |
| Nama binomial | |
| Tupaia dorsalis Schlegel, 1857 | |
![]() | |
| Striped treeshrew range | |
Tupai bergaris[2] (Lat.: Tupaia dorsalis Schologel)[3] atau Tupai kujo[4] adalah spesies tupai dari keluarga Tupaiidae.[3] Tupai dengan ciri khasnya ada garis lurus hitam di punggungnya, dari belakang kepala sampai ke pangkal ekor.[3] Rambut punggung pendek dan halus, berwarna lurik dengan pangkal putih, di tengah kuning sampai kuning kecoklatan, dan ujungnya hitam.[3] Campuran warna ini menjadi coklat kekuningan sampai kuning kehitaman seperti bubuk merica.[3] Permukaan perut berwarna kelabu kekuningan.[3] Diduga mempunyai sifat seperti jenis tupai lainnya.[3] Spesies ini endemik di Kalimantan di mana bisa ditemukan di Sabah, Sarawak (Malaysia), Brunei, dan Kalimantan (Indonesia) kecuali di selatan-timur.[1] Spesies ini belum tercatat di Sabah dalam 20 tahun terakhir.[1] Hal ini karena spesies dataran rendah (meskipun tidak tercatat dari daerah pesisir di jaungkauan bagian utara ), tercatat hingga 1.200 m.[1] Jumlahnya di alam sangat sedikit.[3] Jenis ini dikenal yang cukup langka dan hanya diketahui dari beberapa jenis saja.[1] Meskipun hampir pasti telah mengalami penurunan habitat, dengan tidak adanya informasi mengenai preferensi habitat, spesies ini sementara terdaftar sebagai Data Kurang.[1]