Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Madidihang

Ikan Madidihang atau tuna sirip kuning adalah sejenis ikan pelagis besar yang mengembara di lautan tropika dan ugahari di seluruh dunia. Ikan ini merupakan salah satu jenis tuna yang terbesar, meski masih kalah besar jika dibandingkan dengan tuna sirip biru dan tuna mata besar. Madidihang juga merupakan ikan tangkapan samudra yang penting karena bernilai ekonomi tinggi. Dalam perdagangan dunia, ikan ini dikenal sebagai yellowfin tuna (Ingg.) dan juga albacore.

jenis ikan tuna
Diperbarui 19 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Madidihang
Madidihang
Thunnus albacares Suntingan nilai di Wikidata
Status konservasi
Risiko rendah
IUCN21857 Suntingan nilai di Wikidata
Taksonomi
SuperkerajaanHolozoa
KerajaanAnimalia
FilumChordata
KelasActinopteri
OrdoScombriformes
FamiliScombridae
TribusThunnini
GenusThunnus
SpesiesThunnus albacares Suntingan nilai di Wikidata
Bonnaterre, 1788
Tata nama
Sinonim takson
  • Scomber albacares Bonnaterre, 1788
  • Germo albacares (Bonnaterre, 1788)
  • Neothunnus albacares (Bonnaterre, 1788)
  • Scomber albacorus Lacepède, 1800
  • Thynnus argentivittatus Cuvier, 1832
  • Germo argentivittatus (Cuvier, 1832)
  • Neothunnus argentivittatus (Cuvier, 1832)
  • Thunnus argentivittatus (Cuvier, 1832)
  • Scomber sloanei Cuvier, 1832
  • Thynnus albacora Lowe, 1839
  • Germo albacora (Lowe, 1839)
  • Neothunnus albacora (Lowe, 1839)
  • Orcynus albacora (Lowe, 1839)
  • Thunnus albacora (Lowe, 1839)
  • Thynnus macropterus Temminck & Schlegel, 1844
  • Germo macropterus (Temminck & Schlegel, 1844)
  • Neothunnus macropterus (Temminck & Schlegel, 1844)
  • Orcynus macropterus (Temminck & Schlegel, 1844)
  • Thunnus macropterus (Temminck & Schlegel, 1844)
  • Orcynus subulatus Poey, 1875
  • Thunnus allisoni Mowbray, 1920
  • Germo allisoni (Mowbray, 1920)
  • Neothunnus allisoni (Mowbray, 1920)
  • Neothunnus itosibi Jordan & Evermann, 1926
  • Germo itosibi (Jordan & Evermann, 1926)
  • Semathunnus itosibi (Jordan & Evermann, 1926)
  • Thunnus itosibi (Jordan & Evermann, 1926)
  • Neothunnus catalinae Jordan & Evermann, 1926
  • Thunnus catalinae (Jordan & Evermann, 1926)
  • Kishinoella zacalles Jordan & Evermann, 1926
  • Thunnus zacalles (Jordan & Evermann, 1926)
  • Semathunnus guildi Fowler, 1933
  • Neothunnus brevipinna Bellón & Bàrdan de Bellón, 1949[1]
ProtonimScomber albacares Suntingan nilai di Wikidata
Artikel takson sembarang

Ikan Madidihang atau tuna sirip kuning (Thunnus albacares) adalah sejenis ikan pelagis besar yang mengembara di lautan tropika dan ugahari di seluruh dunia. Ikan ini merupakan salah satu jenis tuna yang terbesar, meski masih kalah besar jika dibandingkan dengan tuna sirip biru dan tuna mata besar. Madidihang juga merupakan ikan tangkapan samudra yang penting karena bernilai ekonomi tinggi. Dalam perdagangan dunia, ikan ini dikenal sebagai yellowfin tuna (Ingg.) dan juga albacore (Pr. dan Sp.).

Pengenalan

Madidihang dewasa memiliki tubuh yang berukuran besar, dengan panjang dari ujung moncong hingga ujung percabangan sirip ekor (FL, fork length) mencapai 195 cm; namun umumnya hingga 150 cm. Bentuknya gilig panjang serupa torpedo (fusiform), agak memipih dari sisi ke sisi.[2]

Sirip punggung (dorsal) terdiri dari dua berkas, terpisah oleh celah yang kecil saja; berkas yang kedua segera diikuti oleh 8–10 sirip-sirip tambahan berukuran kecil (finlet). Sirip anal diikuti oleh 7–10 finlet. Pada spesimen berukuran besar, sirip punggung kedua dan sirip anal ini kadang-kadang memanjang hingga 20% FL. Sirip dada (pectoral) lumayan panjang (22–31% FL), biasanya mencapai pangkal bagian depan sirip dorsal kedua, tetapi tidak melewati pangkal bagian belakangnya. Ada dua lipatan kulit (tonjolan interpelvis) di antara sirip-sirip perut. Batang ekor amat ramping, dengan sebuah lunas samping yang kuat di tiap-tiap sisi, yang masing-masing diapit oleh dua lunas yang lebih kecil.[2] Sirip ekor bercabang kuat (forked, bercagak).

Punggungnya berwarna biru gelap metalik, berangsur-angsur berubah menjadi kekuningan atau keperakan di bagian perut. Sirip-sirip punggung kedua dan anal, serta finlet-finlet yang mengikutinya, berwarna kuning cerah, yang menjadi asal namanya. Bagian perut kadang-kadang dihiasi oleh sekitar 20 garis putus-putus yang hampir vertikal arahnya.[2]

Madidihang dapat mencapai berat melebihi 300 pon (136 kg), walau demikian ini masih jauh di bawah tuna sirip biru Pasifik (Thunnus orientalis) yang bisa memiliki berat lebih dari 1000 pon (454 kg), dan juga sedikit di bawah tuna mata besar (Thunnus obesus) dan tuna sirip biru selatan (Thunnus maccoyii). Ukuran madidihang yang tercatat dalam literatur adalah hingga sepanjang 239 cm dan seberat 200 kg.

Habitat

Segerombolan madidihang di laut dalam

Madidihang merupakan ikan epipelagis yang menghuni lapisan atas perairan samudra di atas lapisan termoklin. Penelitian memperlihatkan bahwa meski madidihang kebanyakan mengarungi lapisan kolom air 100 m teratas, dan relatif jarang menembus lapisan termoklin, tetapi ikan ini mampu menyelam jauh ke kedalaman laut. Seekor madidihang yang diteliti di Samudra Hindia menghabiskan 85% waktunya di kedalaman kurang dari 75 m, tetapi tercatat tiga kali menyelam hingga kedalaman 578 m, 982 m dan yang paling ekstrem hingga 1.160 m.

Tuna sirip kuning ini mempunyai kebiasaan berenang cepat dan bergerombol bersama ikan yang seukuran, kadang-kadang juga bercampur dengan tuna jenis lainnya. Musim berbiaknya berlangsung selama musim panas. Ikan-ikan ini memangsa aneka jenis ikan, krustasea, dan juga cephalopoda.[2] Di laut Halmahera dan Sulawesi, madidihang terutama memangsa ikan (malalugis dan teri), udang dan kepiting; dengan ikan malalugis (ikan layang) menempati porsi terbesar.[3]

Penyebaran dan produksi

Madidihang dimuat ke truk berpendingin di Palabuhanratu, Sukabumi

Madidihang ditemukan di seluruh perairan tropis dan ugahari dunia di antara garis lintang 40° LU dan 40° LS. Ikan ini merupakan komoditas nelayan yang penting; buku FAO Yearbook of Fishery Statistics melaporkan antara 1990 hingga 1995 tangkapan madidihang di perairan Pasifik barat-tengah berkisar antara 323.537 sampai 346.942 ton per tahun.[2]

Indonesia adalah tempat bertemunya stok madidihang dari Samudra Hindia dan Samudra Pasifik; kemungkinan tempat pertemuan kedua kelompok itu adalah di sekitar Laut Flores dan Laut Banda.[4] Potensi tuna sirip kuning yang terbesar di Indonesia memang diperkirakan berada di Laut Flores dan Selat Makassar, dengan luas area penangkapan sekitar 605 ribu km². Alat tangkap yang banyak digunakan adalah pancing huhate (pole and line), pancing ulur (hand line), pancing rawai (long line) dan pukat cincin (purse seine).

Para pemancing berpose dengan ikan tangkapannya; beberapa di antaranya memperoleh madidihang.

Madidihang dipasarkan dalam bentuk ikan segar, tuna beku, atau dikalengkan.[2] Ikan ini digemari dalam berbagai macam masakan, termasuk untuk dipanggang dan dijadikan sashimi. Madidihang juga merupakan tantangan yang menarik bagi penggemar olahraga memancing.

Catatan

Dalam perdagangan, yang disebut sebagai albacore dalam bahasa Inggris adalah jenis tuna yang lain, yakni tuna albakora (Thunnus alalunga). Ikan ini lebih kecil dari madidihang (hingga 120 cm FL), dengan pewarnaan yang mirip kecuali finletnya yang berwarna gelap. Sirip dada memanjang hingga melewati pangkal sirip punggung kedua, biasanya ujungnya mencapai finlet punggung yang kedua.

Referensi

  1. ↑ Froese, Rainer and Pauly, Daniel, eds. (2018). "Thunnus albacares" di situs FishBase. Versi February 2018.
  2. 1 2 3 4 5 6 Carpenter, Kent E. & Volker H. Niem. 2001. FAO Species Identification Guide: The Living Marine Resources of The Western Pacific. Vol. 6: 3753. Food and Agriculture Organization, Rome.
  3. ↑ Balai Riset Perikanan Laut - Muara Baru. 2005. Riset kelimpahan sumberdaya ikan pelagis besar di laut Halmahera dan laut Sulawesi. (abstrak)[pranala nonaktif permanen].
  4. ↑ Nontji, A. 1987. Laut Nusantara. Penerbit Djambatan, Jakarta. Hal. 293

Pranala luar

  • Punt, A. (1996). Thunnus albacares. 2006 IUCN Red List of Threatened Species. IUCN 2006. Diakses 13 April 2008. Listed as Least Concern (v2.3).
  • "Thunnus albacares". FishBase. Ed. Ranier Froese and Daniel Pauly. April 2008 version. N.p.: FishBase, 2008.
  • The Journal of San Diego History Summer 1991, Volume 37, Number 3: 'Pole Fishing for Tuna, 1937-1941: An Interview with Edward S. Soltesz' Diarsipkan 2011-06-05 di Wayback Machine.
  • l
  • b
  • s
Kelompok-kelompok sumberdaya perikanan utama
Perairan bebas
Pelagis besar
  • Aneka Hiu dan pari
  • Setuhuk
    • Jangilus
    • Layaran
    • Todak
  • Tenggiri
  • Tuna
    • Albakora
    • Cakalang
    • Madidihang
    • Mata besar
    • Tongkol
Pelagis kecil
  • Bonito
  • Japuh
  • Kembung
  • Layang
  • Lemuru
  • Makerel
  • Selar
  • Sarden
  • Tembang
  • Teri
  • Torani
Demersal
  • Alu-alu
  • Ayam-ayam
  • Bawal
  • Belanak
  • Baronang
  • Kakap
  • Kerapu
  • Kuro
  • Layur
  • Manyung
  • Peperek
  • Sebelah
Biota laut lain
  • Cumi-cumi
    • Cumi-cumi
    • Gurita
    • Sotong
  • Kepiting
    • Bakau
    • Rajungan
  • Tiram
    • Darah
  • Teripang
  • Udang
    • Geragau
    • Lobster
    • Laut
    • Ronggeng
    • Windu
Ikan air tawar
  • Baung
  • Belida
  • Betik
  • Gabus
    • Gabus
    • Kehung
    • Kerandang
    • Toman
  • Lele
    • Kampung
    • Limbat
  • Lundu
  • Putihan
    • Hampal
    • Tengadak
    • Seluang
    • Semah
    • Tambra
    • Tawes
  • Sepat
    • Rawa
    • Siam
  • Sidat
  • selanjutnya...
Atlantic cod

Lobster

Pacific oysters
Budi daya
Laut
  • Agar-agar
  • Bandeng
  • Kakap
    • Merah
    • Putih
  • Kerapu
  • Tiram
    • Abalon
    • Hijau
    • Mutiara
Air tawar
  • Belut sawah
  • Gurami
  • Lele dumbo
  • Mas
  • Mujair
  • Nila
  • Patin
  • Ikan hias
    • Arwana
    • Cupang
    • Gupi
    • Maskoki
    • Sepat
  • selanjutnya...)
Kategori:Ikan
Pengidentifikasi takson
Thunnus albacares
  • Wikidata: Q269781
  • Wikispecies: Thunnus albacares
  • ADW: Thunnus_albacares
  • AFD: Thunnus_albacares
  • ARKive: thunnus-albacares
  • BOLD: 20668
  • CoL: 56P6S
  • EoL: 46577334
  • FishBase: 143
  • GBIF: 2374013
  • iNaturalist: 69675
  • IRMNG: 11169708
  • ITIS: 172423
  • IUCN: 21857
  • NatureServe: 2.100257
  • NBN: NBNSYS0000187817
  • NCBI: 8236
  • NOAA: atlantic-yellowfin-tuna
  • NZOR: ae1fbb1e-122f-4f7c-a9d0-ddab8181c709
  • Observation.org: 79560
  • OBIS: 127027
  • Open Tree of Life: 833188
  • Paleobiology Database: 345175
  • WoRMS: 127027
Scomber albacares
  • Wikidata: Q106422438
  • CoL: 4VTR4
  • EUNIS: 122504
  • GBIF: 2374044
  • IRMNG: 10951896
  • ITIS: 202026
  • WoRMS: 304458
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Nasional
  • Jepang
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pengenalan
  2. Habitat
  3. Penyebaran dan produksi
  4. Catatan
  5. Referensi
  6. Pranala luar

Artikel Terkait

Tuna

Jenis ikan laut pelagik

Ikan kembung

genus ikan

Peda (ikan asin)

jenis ikan asin yang ada di Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026