Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiKetulian
Artikel Wikipedia

Ketulian

Ketulian (tunarungu) memiliki definisi yang bervariasi ditinjau dari konteks budaya maupun medis. Dalam ranah medis, makna ketulian adalah gangguan pendengaran yang menghalangi kemampuan seseorang untuk memahami bahasa lisan, sebuah kondisi audiologis. Dalam konteks ini, istilah tersebut ditulis dengan huruf kecil d dalam bahasa Inggris atau t dalam bahasa Indonesia. Istilah ini kemudian digunakan dalam konteks budaya untuk merujuk pada mereka yang berkomunikasi utamanya menggunakan alat bantu dengar atau melalui bahasa isyarat terlepas dari kemampuan pendengaran mereka; kelompok ini sering kali ditulis dengan huruf kapital sebagai Deaf dan disebut sebagai "big D Deaf" dalam percakapan maupun isyarat. Kedua definisi tersebut saling beririsan namun tidak identik, mengingat gangguan pendengaran mencakup kasus-kasus yang tidak cukup parah untuk memengaruhi pemahaman bahasa lisan, sedangkan Ketulian secara budaya mencakup orang-orang yang dapat mendengar namun menggunakan bahasa isyarat, seperti anak-anak dari orang dewasa tuli.

seseorang yang ketidakmampuan dengan mendengar suara lewat telinga
Diperbarui 17 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Ketulian (tunarungu) memiliki definisi yang bervariasi ditinjau dari konteks budaya maupun medis. Dalam ranah medis, makna ketulian adalah gangguan pendengaran yang menghalangi kemampuan seseorang untuk memahami bahasa lisan, sebuah kondisi audiologis.[1] Dalam konteks ini, istilah tersebut ditulis dengan huruf kecil d dalam bahasa Inggris atau t dalam bahasa Indonesia. Istilah ini kemudian digunakan dalam konteks budaya untuk merujuk pada mereka yang berkomunikasi utamanya menggunakan alat bantu dengar atau melalui bahasa isyarat terlepas dari kemampuan pendengaran mereka; kelompok ini sering kali ditulis dengan huruf kapital sebagai Deaf dan disebut sebagai "big D Deaf" (Tuli dengan T besar) dalam percakapan maupun isyarat.[2][3] Kedua definisi tersebut saling beririsan namun tidak identik, mengingat gangguan pendengaran mencakup kasus-kasus yang tidak cukup parah untuk memengaruhi pemahaman bahasa lisan, sedangkan Ketulian secara budaya mencakup orang-orang yang dapat mendengar namun menggunakan bahasa isyarat, seperti anak-anak dari orang dewasa tuli.

Konteks medis

Artikel utama: Gangguan pendengaran
Gambar bergaya telinga yang dicoret dengan garis putih di latar belakang biru
Simbol Internasional untuk Ketulian digunakan untuk mengidentifikasi fasilitas yang menyediakan layanan augmentasi pendengaran, khususnya perangkat bantu dengar.[4]

Dalam konteks medis, ketulian didefinisikan sebagai tingkat kesulitan mendengar di mana seseorang tidak mampu memahami percakapan, bahkan dengan adanya amplifikasi.[1] Pada ketulian sangat berat, suara terkeras sekalipun yang dihasilkan oleh audiometer (instrumen yang digunakan untuk mengukur pendengaran dengan menghasilkan bunyi nada murni melalui rentang frekuensi) mungkin tidak dapat dipersepsikan oleh orang tersebut. Pada ketulian total, tidak ada suara sama sekali yang dapat didengar, terlepas dari amplifikasi atau metode produksinya.

Secara neurologis, bahasa diproses di area otak yang sama, baik pada orang tuli maupun yang dapat mendengar. Belahan otak kiri memproses pola linguistik baik melalui bahasa isyarat maupun bahasa lisan.[5]

Ketulian dapat dikategorikan menjadi empat jenis gangguan pendengaran:

  • gangguan pendengaran konduktif,
  • gangguan pendengaran sensorineural,
  • gangguan pendengaran campuran, dan
  • gangguan spektrum neuropati auditori.

Semua bentuk gangguan pendengaran ini menghambat pendengaran seseorang sehingga mereka tidak mampu mempersepsikan atau menafsirkan suara dengan benar. Berbagai jenis gangguan pendengaran ini terjadi di bagian telinga yang berbeda, yang menyulitkan informasi yang didengar untuk dikirim ke otak dengan semestinya.

Seorang teknisi memasangkan alat bantu dengar baru di telinga seorang pria lanjut usia
Alat bantu dengar membantu orang yang kesulitan memahami percakapan normal.

Untuk setiap jenis ini, terdapat empat tingkatan atau kadar gangguan pendengaran yang berbeda. Tingkat pertama adalah gangguan pendengaran ringan. Ini terjadi ketika seseorang masih mampu mendengar suara, tetapi lebih sulit untuk mendengar suara yang lebih pelan. Tingkat kedua adalah gangguan pendengaran sedang, dan ini terjadi ketika seseorang hampir tidak dapat mendengar apa pun ketika orang lain berbicara kepada mereka dengan volume normal. Tingkat selanjutnya adalah gangguan pendengaran berat. Gangguan pendengaran berat adalah kondisi ketika seseorang tidak dapat mendengar suara apa pun yang dihasilkan pada tingkat normal, dan mereka hanya dapat mendengar suara minimal yang dihasilkan pada tingkat keras. Tingkat terakhir adalah gangguan pendengaran sangat berat, yaitu ketika seseorang tidak mampu mendengar suara apa pun kecuali suara yang sangat keras.[6]

Jutaan orang di seluruh dunia hidup dengan ketulian atau gangguan pendengaran. Survei Pendapatan dan Partisipasi Program (SIPP) tahun 2005 menunjukkan bahwa kurang dari 1 dari 20 orang Amerika mengalami tuli atau kurang dengar pada tingkat yang membuat percakapan normal sulit didengar; lebih dari separuh orang-orang ini berada di atas usia pensiun.[7]

sebuah perangkat merah yang terpasang di dinding. Setengah bagian atas adalah pengeras suara dan setengah bagian bawah adalah lampu merah
Alarm kebakaran ini menggunakan lampu merah yang berkedip untuk memperingatkan orang yang tidak bisa mendengar.

Beberapa solusi tersedia bagi banyak orang dengan gangguan pendengaran. Alat bantu dengar adalah perangkat yang umum digunakan. Selain itu, orang dapat menggunakan perangkat yang menggunakan lampu berkedip alih-alih suara untuk jam alarm atau pemberitahuan lainnya.

Seorang bayi dengan implan koklea
Implan koklea dapat dipilih pada usia berapa pun, termasuk pada bayi.

Implan koklea merupakan opsi bagi anak-anak dan orang dewasa dengan gangguan pendengaran berat atau sangat berat. Implan koklea adalah perangkat yang dipasang melalui pembedahan untuk menstimulasi saraf koklea guna membantu seseorang mendengar. Implan koklea digunakan sebagai pengganti alat bantu dengar untuk membantu ketika seseorang mengalami kesulitan memahami percakapan.[8] Bagi anak-anak, semakin muda usia mereka pada saat implantasi, semakin baik keterampilan auditori dan persepsi mereka.[9] Bayi yang terkonfirmasi mengalami gangguan pendengaran sensorineural sangat berat bilateral dapat memulai proses evaluasi bedah untuk implantasi sejak usia enam bulan, di mana AS secara resmi mengizinkan operasi dilakukan sejak usia sembilan bulan.[9] Anak-anak dengan masalah medis lain atau jenis gangguan pendengaran lainnya mungkin dipertimbangkan pada usia yang sedikit lebih tua.[9] Orang tua terkadang mengalami kesulitan dalam memutuskan untuk memasang implan koklea bagi anak mereka. Banyak yang merasakan adanya urgensi, dan pada akhirnya, sebagian besar orang tua merasa hal itu bermanfaat bagi anak mereka.[10]

Referensi

  1. 1 2 Elzouki AY (2012). Textbook of clinical pediatrics (Edisi 2). Berlin: Springer. hlm. 602. ISBN 9783642022012. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2015-12-14.
  2. ↑ Padden, Carol A.; Humphries, Tom (Tom L.) (2005). Inside Deaf Culture. Cambridge, MA: Harvard University Press. hlm. 1. ISBN 978-0-674-01506-7.
  3. ↑ Jamie Berke (9 February 2010). "Deaf Culture - Big D Small D". About.com. Diarsipkan dari asli tanggal 4 March 2016. Diakses tanggal 22 November 2013.
  4. ↑ "International Deafness Symbol". Deafness Forum Australia (dalam bahasa Australian English). Diakses tanggal 2022-11-18.
  5. ↑ Campbell, Ruth; et al. (29 June 2007). "Sign Language and the Brain: A Review". Journal of Deaf Studies and Deaf Education. hlm. 3–20. doi:10.1093/deafed/enm035. PMID 17602162. Diakses tanggal 14 Dec 2020.
  6. ↑ "Hearing Loss in Children". Centers for Disease Control and Prevention. 21 June 2021.
  7. ↑ Mitchell, R. E. (2005-10-12). "How Many Deaf People Are There in the United States? Estimates From the Survey of Income and Program Participation". Journal of Deaf Studies and Deaf Education (dalam bahasa Inggris). 11 (1): 112–119. doi:10.1093/deafed/enj004. ISSN 1081-4159. PMID 16177267.
  8. ↑ "Cochlear Implant Surgery". 18 July 2022.
  9. 1 2 3 Gifford, René H. (2024), Young, Nancy M.; Iler Kirk, Karen (ed.), "Cochlear Implant Candidacy in Children: Audiological Considerations", Pediatric Cochlear Implantation (dalam bahasa Inggris), Cham: Springer Nature Switzerland, hlm. 77–78, doi:10.1007/978-3-031-67188-3_2, ISBN 978-3-031-67187-6
  10. ↑ Hyde, M.; Punch, R.; Komesaroff, L. (2010). "Coming to a Decision About Cochlear Implantation: Parents Making Choices for their Deaf Children". Journal of Deaf Studies and Deaf Education. hlm. 162–178. doi:10.1093/deafed/enq004. PMID 20139157. Diakses tanggal 2024-04-02.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
  • FAST
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Jepang
  • Republik Ceko
  • Latvia
  • Israel
Lain-lain
  • NARA
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Konteks medis
  2. Referensi

Artikel Terkait

Jack the Ripper

pembunuh berantai tak dikenal

Bahasa

sistem komunikasi terstruktur

Katak

belakang mata. Ukuran dan jarak antar gendang telinga berkaitan dengan frekuensi dan panjang gelombang suara panggilan katak. Pada beberapa spesies seperti

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026