Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Tabrakan benua

Tabrakan benua atau Tumbukan benua adalah fenomena tektonika lempeng Bumi yang terjadi pada batas konvergen. Tumbukan benua adalah variasi pada proses dasar subduksi, di mana zona subduksi hancur, gunung diproduksi, dan dua benua bergabung menjadi satu.

Wikipedia article
Diperbarui 29 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Tabrakan benua
Gambaran tabrakan tektonik antara dua benua.
Pembentukan pegunungan oleh gerakan patahan terbalik, akibat tumbukan benua

Tabrakan benua atau Tumbukan benua adalah fenomena tektonika lempeng Bumi yang terjadi pada batas konvergen. Tumbukan benua adalah variasi pada proses dasar subduksi, di mana zona subduksi hancur, gunung diproduksi, dan dua benua bergabung menjadi satu.

Tabrakan benua bukan peristiwa yang terjadi sesaat, namun membutuhkan waktu beberapa puluhan juta tahun sebelum patahan dan pelipatan yang disebabkan oleh tabrakan berhenti. Tabrakan antara India dan Asia telah berlangsung selama sekitar 50 juta tahun dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Tabrakan antara Timur dan Barat Gondwana untuk membentuk orogen Afrika Timur memakan waktu sekitar 100 juta tahun dari awal. Tabrakan antara Gondwana dan Laurasia untuk membentuk Pangea terjadi dalam interval yang relatif singkat, sekitar 50 juta tahun.[1]

Referensi

  1. ↑ Johnson, M. R. W (2002-11-01). "Shortening budgets and the role of continental subduction during the India–Asia collision". Earth-Science Reviews. 59 (1): 101–123. doi:10.1016/S0012-8252(02)00071-5. ISSN 0012-8252.


Ikon rintisan

Artikel bertopik geologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi

Artikel Terkait

Pangea

superbenua

Kerak Bumi

lapisan padat terluar dari planet berbatu, planet kerdil, atau satelit alami

Tektonik

ini ditemukan di batas lempeng divergen, di retakan benua, selama dan setelah periode tabrakan benua yang disebabkan oleh penyebaran lateral kerak bumi

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026