Trend following atau mengikuti tren adalah strategi perdagangan di mana seseorang harus membeli aset ketika tren harganya naik, dan menjual ketika trennya turun, dengan harapan pergerakan harga masih akan terus berlanjut.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. (Mei 2025) |
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. (Mei 2025) |
Trend following atau mengikuti tren adalah strategi perdagangan di mana seseorang harus membeli aset ketika tren harganya naik, dan menjual ketika trennya turun, dengan harapan pergerakan harga masih akan terus berlanjut.
Ada beberapa teknik, perhitungan, dan kerangka waktu yang berbeda yang dapat digunakan untuk menentukan arah umum pasar untuk menghasilkan sinyal trading, termasuk perhitungan harga pasar saat ini, moving average, dan channel breakout. Trader yang menggunakan strategi ini tidak bertujuan untuk meramalkan atau memprediksi tingkat harga tertentu; mereka hanya mengikuti tren dan mengendarainya. Karena teknik dan kerangka waktu yang berbeda yang digunakan oleh pengikut tren untuk mengidentifikasi tren, pengikut tren sebagai sebuah kelompok tidak selalu berkorelasi kuat satu sama lain.
Pengikut tren digunakan oleh penasihat perdagangan komoditas (CTA) sebagai strategi utama para trader teknikal. Penelitian yang dilakukan oleh Galen Burghardt menunjukkan bahwa antara tahun 2000-2009 terdapat korelasi yang sangat tinggi (0,97) antara CTA pengikut tren dan indeks CTA yang lebih luas.