Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Metamorfisme

Metamorfisme adalah proses perubahan dalam mineralogi atau tekstur yang terjadi pada batuan akibat peningkatan tekanan atau suhu. Metamorfisme terjadi ketika batuan asal (protolit) terkena lingkungan fisik atau kimia yang berbeda signifikan dari lingkungan tempatnya terbentuk, sehingga batuan ini berubah secara bertahap sampai keadaan kesetimbangan dengan lingkungan baru tercapai.

Wikipedia article
Diperbarui 17 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Metamorfisme (bahasa Yunani: meta: perubahan; morph: bentuk) adalah proses perubahan dalam mineralogi atau tekstur[1] yang terjadi pada batuan akibat peningkatan tekanan atau suhu.[2] Metamorfisme terjadi ketika batuan asal (protolit) terkena lingkungan fisik atau kimia yang berbeda signifikan dari lingkungan tempatnya terbentuk, sehingga batuan ini berubah secara bertahap sampai keadaan kesetimbangan dengan lingkungan baru tercapai.[1]

Faktor-faktor Metamorfisme

Faktor utama yang memengaruhi proses metamorfisme, adalah sebagai berikut:

  • Suhu

Sumber utama panas yang memengaruhi proses metamorfisme ialah intrusi magma dan gradien geotermal.

  • Tekanan

Terdapat dua macam tekanan yang memengaruhi yaitu tekanan litostatis dan stres diferensial.

  • Aktivitas Fluida

Fluida mempercepat proses metamorfisme dengan cara meningkatkan reaksi kimia, karena umumnya di dalam fluida mengandung ion terlarut.

Tipe Metamorfisme

  • Metamorfisme Orogenik

Metamorfisme ini terjadi pada daerah sabuk orogenik atau lempeng konvergen, yang di dalamnya mengandung proses deformasi yang menyebabkan rekristalisasi. Secara umum metamorfisme ini menghasilkan batuan dengan butiran mineral yang terorientasi dan membentuk sabuk yang memiliki panjang ratusan sampai ribuan kilometer. Metamorfisme orogenik di dalamnya terjadi deformasi yang luas secara bersamaan, akibat dari stres kontraksi selama konvergensi lempeng litosfer di zona subduksi dan rekristalisasi akibat kerak yang semakin menebal. Peningkatan suhu di orogenik terjadi karena gradien geotermal yang menyesuaikan diri dengan kerak yang secara bertahap semakin menebal akibat tekanan. Secara umum suhunya cukup tinggi di bagian bawah kerak yang menyebabkan pelelehan parsial karena proses tersebut terjadi maka magma akan naik ke kerak dangkal dan mengendap sebagai granitoid. Orogenik biasanya berkembang selama ratusan juta tahun melalui beberapa episode deformasi dan rekristalisasi.

  • Metamorfisme Kontak

Metamorfisme kontak terjadi pada batuan yang mengalami pemanasan di sekitar kontak massa batuan beku intrusif maupun ekstrusif. Perubahan terjadi karena pengaruh panas dan material yang dilepaskan oleh magma serta kadang oleh deformasi akibat gerakan magma. Batuan yang dihasilkan biasanya berbutir halus.

  • Metamorfisme Burial

Metamorfisme burial merupakan metamorfisme regional yang cenderung memiliki temperatur rendah yang memengaruhi sedimen dan batuan volkanik berlapis pada suatu geosinklin tanpa adanya perubahan orogenesa dan intrusi magmatik. Perubahan komposisi mineral umumnya tidak sempurna sehingga sering ditemukan butiran mineral sisa (relict) dari batuan asalnya. Dikenal juga dengan istilah metamorfisme diastathermal untuk metamorfisme burial pada tatanan tektonik ekstensional.

  • Metamorfisme Ocean Ridge

Metamorfisme dasar samudra berlangsung di pegunungan di tengah. Berada pada daerah lempeng tektonik karena itu ditandai oleh batas lempeng divergen. Metamorfisme ini dikaitkan dengan aliran panas tinggi dan sirkulasi cairan intens yang terjadi di sepanjang pegunungan laut. Hasil batuan metamorf biasanya termasuk greenstones dan amphibolites, yaitu derajat metamorf rendah dan menengah. Dalam rangka untuk mengubah basalt ke greenstone atau amphibolites, H2O harus dikenakan ke dalam batu, yang berarti bahwa sirkulasi cairan hidrotermal melalui kerak samudra diperlukan.

  • Metamorfisme Impact

Metamorfisme ini terjadi secara lokal di sekitar kawah yang terbentuk akibat dari hantaman meteor dengan permukaan dan mungkin memiliki diatremer beberapa meter. Hal ini ditandai dengan kondisi tekanan dan temperatur yang sangat tinggi (puluhan ratus kilobars) selama rentang waktu yang sangat singkat.

  • Metamorfisme Dinamik (High Strain)

Metamorfisme dinamik terjadi pada daerah yang mengalami deformasi intensif, seperti pada patahan. Proses yang terjadi murni karena gaya mekanis yang mengakibatkan penggerusan dan granulasi batuan. Batuan yang dihasilkan bersifat non-foliasi dan dikenal sebagai fault breccia, fault gauge, atau milonit.

Referensi

Bucher K., Frey, M.1994.Petrgonensis of Metamorphic Rock.Springer Verlag. Berlin

  1. 1 2 Tarbuck dan Lutgens. 2015. Earth Science. Pearson Education.
  2. ↑ McConnell dan Steer. 2015. The Good Earth, halaman 199. New York: McGraw-Hill Education.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Jepang
  • Latvia
  • Israel
Lain-lain
  • Ensiklopedia Ukraina Modern
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Faktor-faktor Metamorfisme
  2. Tipe Metamorfisme
  3. Referensi

Artikel Terkait

Batu

dapat terbentuk melalui proses kristalisasi magma, sedimentasi, maupun metamorfisme. Dari proses pembentukan tersebut, jenis batu dibedakan menjadi batuan

Batuan metamorf

Salah satu hasil transformasi atau ubahan dari protolith

Fasies metamorfik

Holmes' Principles of Physical Geology Visser, W.A., 1980; Geological Nomenclature Metamorphic facies by Dave Waters Batuan metamorf Tipe metamorfisme

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026