The Match adalah film drama biografi Korea Selatan tahun 2025 yang disutradarai dan ditulis oleh Kim Hyung-joo berdasarkan dua pemain Go terkenal di dunia nyata, Cho Hun-hyun dan Lee Chang-ho. Film ini dibintangi oleh Lee Byung-hun dan Yoo Ah-in, Ko Chang-seok, Hyun Bong-sik, Moon Jeong-hee, dan Kim Kang-hoon.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| The Match | |
|---|---|
Poster film | |
| Nama lain | 승부 |
| Sutradara | Kim Hyung-joo |
| Produser | Kim Tae-won |
| Ditulis oleh | Kim Hyung-joo |
| Pemeran | |
| Penata musik | Jo Yeong-wook |
| Sinematografer | You Eok |
| Penyunting | Kim Sang-bum |
Perusahaan produksi | MoonLight Film Company BH Entertainment |
| Distributor | Acemaker Movieworks |
Tanggal rilis |
|
| Durasi | 115 menit |
| Negara | Korea Selatan |
| Bahasa | Korea |
Pendapatan kotor | US$14,6 juta [1] |
The Match (Korea: 승부; RR: Seungbu; lit. "Permainan") adalah film drama biografi Korea Selatan tahun 2025 yang disutradarai dan ditulis oleh Kim Hyung-joo berdasarkan dua pemain Go terkenal di dunia nyata, Cho Hun-hyun dan Lee Chang-ho. Film ini dibintangi oleh Lee Byung-hun dan Yoo Ah-in, Ko Chang-seok, Hyun Bong-sik, Moon Jeong-hee, dan Kim Kang-hoon.[2][3]
Film ini dirilis di Korea Selatan pada 26 Maret 2025 dan ditayangkan di Netflix pada tanggal 7 Mei 2025.[4]
Di turnamen Go dunia, Ing Cup tahun 1980-an, hanya ada satu tiket untuk pemain Korea dan Cho Hun-hyun berhasil melaju ke final melawan Nie Weiping dari Tiongkok yang sudah memenangkan Tiongkok-Japan Super League 11 kali. Cho Hun-hyun berhasil mengalahkannya dan menjuarai turnamen tersebut di mana namanya menjadi terkenal dan diakui oleh dunia. Kemenangannya juga membuat Go semakin popular di Korea. Suatu hari di taman, seorang anak bernama Lee Chang-ho sedang bermain Go di mana tidak ada satupun yang bisa mengalahkannya. Cho Hun-hyun yang melihatnya, kemudian menghampirinya dan melanjutkan sebuah permainan yang belum selesai dan mengalahkannya. Cho kemudian memberikannya sebuah tantangan untuk memecahkan sebuah posisi dalam permainan, di mana bila Lee berhasil memecahkannya, maka dia akan bersedia untuk main Go lagi bersamanya. Lee mencoba memecahkannya siang dan malam. Suatu hari Cho mulai menyadari bakat langka dari Lee saat diminta untuk mengajari seorang anak lain yang kurang berbakat. Cho menelpon Lee untuk mengajaknya bermain, di mana Lee meminta Cho untuk mengajarinya Go bila dia menang. Lee berhasil mendapatkan score 1-1 melawan Cho, membuat Cho terkesan dan bersedia menerimanya sebagai muridnya. Lee pun pindah ke rumah Cho dan mulai berlatih Go sepanjang hari setiap hari.
Suatu hari Lee pergi ke komunitas Go terdekat dan mengalahkan semua pemain yang ada di sana. Sementara Cho tetap dominan dalam kompetisi Go dan menjadi juara di berbagai kejuaraan. Waktu pun dengan cepat berlalu, dan Lee mulai beranjak dewasa. Suatu hari Lee yang sedang makan di atap sebuah gedung bertemu dengan Nam Ki-Cheol yang selama ini selalu menjadi rival terberat Cho di Korea. Nam memberikan tips kepadanya untuk punya mindset berkeinginan untuk menang ketimbang cuma belajar teknik-teknik bermain Go saja. Lee mengikuti sebuah turnamen dan kalah telak. Saat itu Lee memutuskan untuk menemukan gaya permainan Go-nya sendiri. Lee mulai bisa menang di kompetisi yang dia ikuti sampai suatu ketika di turnamen Wangwijeon Final ke-23 di ronde ke-12, Lee berhasil mengalahkan Nam Ki-Cheol. Di babak final Cho harus berhadapan dengan Lee, di mana Lee berhasil mengalahkannya. Di beberapa turnamen berikutnya, Lee selalu berhasil mengalahkan Cho, sehingga membuat Cho mulai frustrasi dan kemudian mengajaknya berbicara bahwa sudah waktunya bagi Lee untuk berdiri sendiri karena Cho menganggap Lee sudah melampauinya dan sudah tidak ada lagi yang bisa diajarkan padanya. Lee pun keluar dari rumah Cho dan mulai tinggal sendiri. Cho yang masih tidak bisa menerima kenyataan bahwa dia bukan lagi pemain Go terbaik mulai tidak muncul saat kompetisi dan menjalani kehidupan dengan penuh keputusasaan, sampai suatu hari Nam mengunjunginya dan memberikan dia beberapa nasihat. Saat Cho melihat tulisannya sendiri "Go adalah pertarungan melawan dirimu sendiri", dia mulai bertekad untuk kembali berusaha menjadi pemain terbaik kembali. Satu tahun berlalu, Lee mendominasi dengan menjuarai kompetisi Go yang ada. Di suatu kompetisi Cho harus berhadapan kembali dengan Lee, di mana kali ini Cho berhasil memenangkan pertandingan.
Di malam kompetisi Guksujeon ke-42 diadakan konferensi pers di mana Cho dan Lee masing-masing mengatakan bahwa mereka yang akan memenangkan pertandingan. Tanggal 17 November 1998, Cho merebut gelar juara Guksu dari Lee setelah 5 tahun tepat di hari pertama salju turun tahun itu. Lee menguasai dunia profesional Go selama 15 tahun mengikuti jejak gurunya dan dianggap sebagai salah satu pemain Go terbaik dalam sejarah.
Film The Match direncanakan akan dirilis di Netflix pada tahun 2023.[6][7] Sebelum dirilis, film ini meluncurkan penjualan internasional dan ditayangkan di Asian Contents & Film Market Festival Film Internasional Busan pada Oktober 2021.[8] Namun, penayangannya ditunda setelah Yoo Ah-in diduga menggunakan narkoba.[9]
Pada Februari 2025, dilaporkan bahwa The Match akan dirilis di bioskop pada paruh pertama 2025 setelah penayangan Netflix-nya ditunda.[10] Film ini akhirnya dirilis tangal 26 Maret 2025 dan ditayangkan di Netflix pada 7 Mei 2025 untuk wilayah-wilayah tertentu.[11]