Darah dan Doa adalah sebuah film perang yang dirilis di Indonesia pada tahun 1950. Sutradara sekaligus produser film Darah dan Doa adalah Usmar Ismail. Film ini berkisah tentang Divisi Siliwangi yang dipimpin Kapten Sudarto ketika berhijrah menuju Jawa Barat. Film Darah dan Doa sering kali disebut sebagai film buatan Indonesia yang pertama setelah film Tjitra (1949) karya Umar Ismail yang dibuat oleh perusahaan Belanda. Pengambilan gambar perdana untuk film Darah dan Doa dilakukan pada tanggal 30 Maret 1950 dan ditetapkan sebagai hari film nasional di Indonesia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Darah dan Doa adalah sebuah film perang yang dirilis di Indonesia pada tahun 1950. Sutradara sekaligus produser film Darah dan Doa adalah Usmar Ismail. Film ini berkisah tentang Divisi Siliwangi yang dipimpin Kapten Sudarto ketika berhijrah menuju Jawa Barat. Film Darah dan Doa sering kali disebut sebagai film buatan Indonesia yang pertama setelah film Tjitra (1949) karya Umar Ismail yang dibuat oleh perusahaan Belanda. Pengambilan gambar perdana untuk film Darah dan Doa dilakukan pada tanggal 30 Maret 1950 dan ditetapkan sebagai hari film nasional di Indonesia.