Kelereng Biru adalah sebuah foto Bumi terkenal, yang diambil oleh pada 7 Desember 1972, oleh kru pesawat ruang angkasa Apollo 17 Harrison Schmitt, dengan jarak sekitar 45.000 kilometer. Foto tersebut menjadi salah satu foto paling ikonik, dan menjadi salah satu gambar paling didistribusikan dalam sejarah manusia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Kelereng Biru (bahasa Inggris: The Blue Marblecode: en is deprecated ) adalah sebuah foto Bumi terkenal, yang diambil oleh pada 7 Desember 1972, oleh kru pesawat ruang angkasa Apollo 17 Harrison Schmitt, dengan jarak sekitar 45.000 kilometer (28.000 mil). Foto tersebut menjadi salah satu foto paling ikonik, dan menjadi salah satu gambar paling didistribusikan dalam sejarah manusia.[1]

Kelereng Biru bukan merupakan foto warna jernih muka Bumi yang pertama, karena terdapat foto satelit yang sudah dirilis sejak 1967,[2] dan yang kedua kalinya ditangkap oleh William Anders dari misi Apollo 8 pada 1968 yang dinamakan Earthrise.[3]

Foto Apollo 17, dirilis tepat pada saat peristiwa aktivisme lingkungan hidup berlangsung pada 1970an, dan menjadi simbol pergerakan lingkungan hidup, dari depiksi kelemahan, keancaman, dan terisolasinya Bumi di luar angkasa yang amat luas.[1]
Foto ditangkap pada saat bagian selatan Bumi terbalik.[butuh rujukan]
Foto memperlihatkan banyak jenis sistem cuaca, memperlihatkan siklon Shapyro—Keyser di dekat tengah foto. Juga terlihat siklon Sixteen (16B) di kanan atas foto.[4]
Sang fotografer menggunakan kamera Hasselblad 70-milimeter dengan lensa Zeiss 80-milimeter.[5]