Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiSyarif Hamid dari Pelalawan
Artikel Wikipedia

Syarif Hamid dari Pelalawan

Sultan Syarif Hamid bin Sultan Syarif Abdurrahman, dengan nama lahir Tengku Said Hamid, ditabalkan menjadi Sultan Pelalawan ke- 4 menggantikan Kakaknya Sultan Syarif Ismail pada tahun 1844 dengan gelar: Sultan Assyaidis Syarif Hamid Abdul Jalil Fakhruddin, dan berakhir pada tahun 1866.

Pahlawan Revolusi Kemerdekaan
Diperbarui 20 September 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Syarif Hamid dari Pelalawan
Tengku Said Hamid
Yang di-Pertuan Besar Pelalawan
Sultan Pelalawan ke-4
Berkuasa1844-1866 M
PendahuluSultan Syarif Ismail
PenerusSultan Syarif Jaafar
Istri
  • Encik Saedah
  • Encik Obeh
  • Encik Erap
  • Encik Nanda
Keturunan
  • Tengku Sukmayuda Said Hasan
  • Tengku Atiyah
Nama takhta
Sultan Syarif Hamid Abdul Jalil Fakhruddin ibni Sultan Syarif Abdurrahman
WangsaSyarif Banahsan
DinastiPelalawan
AyahSultan Syarif Abdurrahman
IbuEncik Maimunah
AgamaIslam Sunni
Penguasa Negeri Pelalawan
Dibawah Kekuasaan Johor
Maharaja Dinda II1725–1750
Maharaja Lela Bungsu1750–1775
Maharaja Lela II1775–1798
Kesultanan Pelalawan
Sultan Syarif Abdurrahman1810–1822
Sultan Syarif Hasyim I1822–1828
Sultan Syarif Ismail1828–1844
Sultan Syarif Hamid1844–1866
Sultan Syarif Jaafar1866–1872
Sultan Syarif Abubakar1872–1886
Sultan Syarif Ali1886–1892
Sultan Syarif Hasyim II1892–1930
Regent Tengku Pangeran1931–1940
Sultan Syarif Harun1940–1946
Setelah Kemerdekaan Indonesia
Sultan Syarif Kamaruddin2008–kini

Sultan Syarif Hamid bin Sultan Syarif Abdurrahman (1844 - 1866), dengan nama lahir Tengku Said Hamid, ditabalkan menjadi Sultan Pelalawan ke- 4 menggantikan Kakaknya Sultan Syarif Ismail pada tahun 1844 dengan gelar: Sultan Assyaidis Syarif Hamid Abdul Jalil Fakhruddin, dan berakhir pada tahun 1866.

Masa Pemerintahan

Sultan Syarif Hamid dikenal sebagai Sultan yang taat beragama dan sangat mengutamakan kemajuan agama Islam. Pada masa pemerintahannya, banyak didatangkan guru-guru besar agama Islam dari luar daerah, diantaranya yang terkenal adalah Syech Mustafa Al Khalidy bin Marhum Mohammad Baqir dari Sungai Tabir Jambi. Tuan Syech ini mengajar dan mengembangkan agama Islam di kerajaan Pelalawan.

Selain dikenal alim dan gigih dalam mengembangkan agama Islam, dia pribadi gemar pula "bertarak" (bertapa) untuk lebih meningkatkan zuhudnya (meninggalkan apa-apa yang tidak bermanfaat untuk kepentingan akhirat). Kehidupan ulama dan guru-guru agama amatlah diperhatikan dia, sehingga mereka merasa mendapat kehormatan dari kerajaan dan melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya.

Karena eratnya hubungan Sultan dengan para ulama dan guru-guru agama Islam tersebut, lalu mereka menetap di wilayah Pelalawan, kawin dan melahirkan keturunannya yang anak cucunya sampai sekarang berkembang di kawasan ini.

Akhir Hayat

Pada tahun 1866, Sultan Syarif Hamid mangkat (wafat) dan digantikan oleh adiknya Sultan Syarif Jaafar untuk melanjutkan takhta Kerajaan Pelalawan.

Karena besarnya jasa dia dalam mengembangkan agama Islam, jenazahnya dimakamkan di komplek pemakaman Raja-raja Pelalawan yang terletak di Kota Jauh (Makam Jauh) dengan gelar Marhum Saleh.

Keluarga

Sultan Syarif Hamid diketahui mempunyai 5 (lima) orang isteri. Dan dari 4 orang isterinya dilahirkan 18 orang putra putri, sedangkan dari seorang Istri lagi belumlah diketahui.

Keturunan:

Dengan Istrinya Encik Saedah:

  1. T. Selmo
  2. T. Endut
  3. T. Mo Syarifah Halimah (T. Emo)

Dengan Istrinya Encik Obeh (Bih)

  1. T. Sukmayuda Said Hasan
  2. T. Kesuma (T. Syarif So'omo)

Dengan Istrinya Encik Erap (Bih)

  1. T. Said Muhammad
  2. T. Atiyah

T. Mah Bungsu Dengan Istrinya Encik Nanda:

  1. T. Kecil Muda
  2. T. Pangeran
  3. T. Cih (Cik)
  4. T. Maha Dewi
  5. T. Kecil Syarifah
  6. T. Ensun
  7. T. Prabu Anom
  8. T. Dewo
  9. T. Musa
  10. T. Yahya

Dengan Istrinya Tengku Sibah binti Sultan Syarif Ali (Siak): belum diketahui.

Sumber

Oleh: Tengku Muhammad Jamhur, dari Buku Silsilah Keturunan Raja - Raja Kerajaan Pelalawan dan Siak Sri Indrapura Himpunan H. T. S. Umar Muhammad, Tenas Effendi, T. Razak Jaafar. 1988.

Didahului Oleh : Sultan Pelalawan ke- IV
1844 – 1866
Diteruskan Oleh :
Tengkoe Besar Syarif Ismail Tengkoe Besar Syarif Jaafar

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Masa Pemerintahan
  2. Akhir Hayat
  3. Keluarga
  4. Sumber

Artikel Terkait

Pahlawan nasional Indonesia

Gelar penghargaan resmi tingkat tertinggi di Indonesia

Revolusi Nasional Indonesia

konflik bersenjata dan perjuangan diplomatik antara Indonesia dan Kerajaan Belanda

Soeprapto

Perwira TNI AD (1920 – 1965)

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026