Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Syair Burung Unggas

Syair Burung Unggas, yang juga dikenal sebagai Syair Burung Pingai, adalah salah satu karya puisi dari Hamzah Fansuri. Hamzah Fansuri adalah seorang penyair yang diperkirakan lahir sekitar akhir abad ke-16 di daerah Barus atau Fansur, Sumatera Utara. Seorang penulis Belanda bernama Francois Valentijn, dalam bukunya yang ditulis tahun 1726, menyebutkan bahwa Hamzah Fansuri berasal dari tempat bernama Fansur.

Wikipedia article
Diperbarui 14 Februari 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Syair Burung Unggas, yang juga dikenal sebagai Syair Burung Pingai, adalah salah satu karya puisi dari Hamzah Fansuri. Hamzah Fansuri adalah seorang penyair yang diperkirakan lahir sekitar akhir abad ke-16 di daerah Barus atau Fansur, Sumatera Utara. Seorang penulis Belanda bernama Francois Valentijn, dalam bukunya yang ditulis tahun 1726, menyebutkan bahwa Hamzah Fansuri berasal dari tempat bernama Fansur.

Syair Burung Unggas adalah salah satu syair tentang agama yang ditulis oleh Hamzah Fansuri. Hamzah Fansuri adalah seorang penyair yang hidup pada abad ke-16 di Aceh, saat pemerintahan Sultan Iskandar Muda.

Syair Burung Unggas


Unggas itu yang amat burhana,
Daimnya nantiasa di dalam astana,
Tempatnya bermain di Bukit Tursina,
Majnun dan Laila adalah disana.

Unggas itu bukannya nuri,
Berbunyi ia syahdu kala hari,
Bermain tamasya pada segala negeri,
Demikianlah murad insan sirri.

Unggas itu bukannya balam,
Nantiasa berbunyi siang dan malam,
Tempatnya bermain pada segala alam,
Disanalah tamasya melihat ragam.

Unggas tahu berkata-kata,
Sarangnya di padang rata,
Tempat bermain pada segala anggota,
Ada yang bersalahan ada yang sekata.

Unggas itu terlalu indah,
Olehnya banyak ragam dan ulah,
Tempatnya bermain di dalam Ka’bah,
Pada Bukit Arafat kesudahan musyahadah.

Unggas itu bukannya meuraka,
Nantiasa bermain di dalam surga,
Kenyataan mukjizat tidur dan jaga,
Itulah wujud meliputi rangka.

Unggas itu terlalu pingai,
Nantiasa main dalam mahligai,
Rupanya elok sempurna bisai,
Menyamarkan diri pada sekalian sagai.

Unggas itu bukannya gagak,
Bunyinya terlalu sangat galak,
Tempatnya tamasya pada sekalian awak,
Itulah wujud menyatakan kehendak.

Unggas itu bukannya bayan,
Nantiasa berbunyi pada sekalian aiyan,
Tempatnya tamasya pada sekalian kawan,
Itulah wujud menyatakan kelakuan.

Unggas itu bukannya burung,
Nantiasa berbunyi di dalam tanglung,
Tempat tamasya pada sekalian lurung,
Itulah wujud menyatakan Tulung.

Unggas itu bukannya Baghdadi,
Nantiasa berbunyi di dalam jawadi,
Tempatnya tamasya pada sekalian fuadi,
Itulah wujud menyatakan ahli.

Unggas itu yang wiruh angkasamu,
Nantiasa asyik tiada kala jemu,
Menjadi dagang lagi ia jamu,
Ialah wujud menyatakan ilmu.

Thairul aryani unggas sulthani,
Bangsanya nurur-Rahmani,
Tasbihatal’lah subhani,
Gila dan mabuk akan Rabbani.

Unggas itu terlalu pingai,
Warnanya terlalu terlalu bisai,
Rumahnya tiada berbidai,
Dudujnya daim di balik tirai.

Putihnya terlalu suci,
Daulahnya itu bernama ruhi,
Milatnya terlalu sufi,
Mushafnya bersurat kufi.

Arasy Allah akan pangkalnya,
Janibul’lah akan tolannya,
Baitul’lah akan sangkarnya,
Menghadap Tuhan dengan sopannya.

Sufinya bukannya kain,
Fi Mekkah daim bermain,
Ilmunya lahir dan batin,
Menyembah Allah terlalu rajin.

Kitab Allah dipersandangkannya,
Ghaibul’lah akan pandangnya,
Alam Lahut akan kandangnya,
Pada ghairah Huwa tempat pandangnya.

Zikrul’lah kiri kanannya,
Fikrul’lah rupa bunyinya,
Syurbah tauhid akan minumnya,
Dalam bertemu dengan Tuhannya.

Pranala luar

  • (Indonesia) Syair Burung Unggas di Wiki Sumber.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Syair Burung Unggas
  2. Pranala luar

Artikel Terkait

Hamzah al-Fansuri

seorang ulama, filsuf, dan penyair Sufi dari Aceh, Indonesia, yang hidup pada abad ke-16

Sastra Indonesia

Qudus terlalu payah, akhirnya dijumpa di dalam Rumah. Hamzah Fansuri, dari syair Sidang Ahli Suluk Pujangga lama merupakan bentuk pengklasifikasian karya

Lagu angsa

diulang beberapa kali dalam syair dan seni rupa Barat pada masa berikutnya. Dalam mitologi Yunani, angsa adalah seekor unggas yang terkonsentrasi kepada

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026