Gnetophyta adalah divisi dari anggota tumbuhan berbiji terbuka. Di Indonesia contohnya adalah tumbuhan melinjo yang merupakan anggota dari divisi ini.
Daunnya tunggal, duduk berhadapan. Batangnya berkayu tanpa saluran resin. Bunga majemuk berbentuk bulir, keluar dari ketiak daun. Buah dan daun muda melinjo dapat disayur, bijinya dibuat emping; dan serabut kulitnya untuk pembuatan jala.
Gnetophyta tersebar dari daerah gurun hingga daerah dekat hutan hujan tropis. Genus Welwitschia merupakan semak gurun yang cukup terkenal di Afrika. Melinjo sepintas tidak berbeda dengan tumbuhan berbunga.
Dua karakteristik umum yang paling umum digunakan adalah adanya daun khusus yang menyelimuti sekitar kedua ovula dan mikrosporangia serta proyeksi mikropil dari membran luar ovula yang menghasilkan tetesan penyerbukan, meskipun ini sangat spesifik dibandingkan untuk kesamaan antara sebagian besar divisi pabrik lainnya.
Fosil-fosil Gnetophyta telah ditemukan pada tanggal itu dari Perem dan Trias. Secara keseluruhan, catatan fosil paling melimpah pada masa Kapur Awal, dengan fosil-fosil tumbuhan, biji-bijian, dan serbuk sari telah ditemukan yang dapat dengan jelas ditugaskan pada gnetophyta.