Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiStory:Kembang Bangkai
Artikel Wikipedia

Story:Kembang Bangkai

Wikipedia article
Diperbarui 5 Juni 2024

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kembang bangkai
Kembang bangkai, walur atau acung (Amorphophallus variabilis) adalah anggota genus Amorphophallus yang biasa tumbuh agak liar di pekarangan-pekarangan di Jawa atau Sumatra.
Matilda Smith / John Nugent Fitch
Tumbuhan ini masih berkerabat dengan suweg dan iles-iles, meskipun pemanfaatannya kalah dibandingkan kedua kerabatnya itu. Umbinya kecil dan gatal di mulut sehingga orang enggan memakannya, kecuali terpaksa. Nama-nama daerahnya, di antaranya, kembang bangké, kembang gaceng (Betawi); acung, ileus, cocoöan oray (Sunda); badul, badur, iles-iles, kembang bangah, cumpleng (Jawa); Cong-Lacong (Madura).
Wibowo Djatmiko (Wie146)
Herba dengan umbi; bagian vegetatifnya berwarna hijau, cokelat, hingga keunguan atau kehitaman, dengan belang-belang serupa loreng hijau muda, hijau tua, hitam, atau putih; tinggi 0,3-1,5 m. Daun 1-2 helai, bertangkai 10-100 cm; helaian daun 15–100 cm, berbagi-3, tiap bagian terbagi lagi dalam taju memanjang atau lanset, dengan ujung meruncing atau serupa ekor.
Richard J. Rehman
Bunganya muncul apabila organ vegetatifnya telah layu, dalam tongkol yang berdiri sendiri. Bertangkai panjang dan langsing, 2–100 cm, acap dengan jerawat kasar; pada pangkalnya dengan beberapa daun pelindung.
Olaf
Umbi walur berwarna kuning dan terasa gatal di mulut bila dimakan. Umbi ini dapat menghasilkan umbi anakan yang dapat dipisah. Sampai-sampai, pada musim paceklik tahun 1925, masyarakat Hindia Belanda (sekarang Indonesia) memakannya dengan jalan mengirisnya kecil-kecil, kemudian merebusnya dan memakannya.
Olaf

Bagikan artikel ini

Share:

Artikel Terkait

Story:Perilaku Komodo

lain (karnivora). Akan tetapi, biawak ini lebih sering memakan daging bangkai.","fromArticle":{"articleTitle":"Komodo","originalText":"Komodo adalah

Story:Kupu-kupu Pembantu Petani

(nektar/ sari kembang). Akan tetapi beberapa jenisnya menyukai cairan yang diisap dari buah-buahan yang jatuh di tanah dan membusuk, daging bangkai, kotoran

Story:Museum Timah Indonesia Muntok

teknologi peleburan timah. Pada museum ini terdapat galeri sejarah perkembangan Melayu Bangka, informasi pengasingan Soekarno, dan sejarah Perang Dunia II."

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026